PosBeritaKota.com
Syiar

Masuk ‘Babak Final’, KH M MAKHTUM Beri Kajian Contohlah Rassulullah yang Bersungguh-sungguh Berpuasa di Akhir Ramadhan

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Saat ini bisa diibaratkan kita sudah masuk ‘babak final‘ dalam perjalanan melakoni ibadah puasa di bulan suci Ramadhan. Bahkan sangat menentukan karena bergantung dari hasil happy endingnya (masa-masa terakhir-red). Jika pada bagian akhir bagus, hasilnya pun akan baik.

“Kenapa? Karena, sangat menentukan kualitas. Untuk itu hendaknya kita tetaplah bersungguh-sungguh. Jangan sampai kendor,” ulas KH M Maktum saat memberikan Kajian Ramadhan sebelum pelaksanaan sholat Taraweh di malam ke-23, bertempat di Masjid Jami Al-Ikhlas RW 025 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (4/5/2021) malam.

Selanjutnya, KH M Maktum menggambarkan bahwa Rassulullah/Baginda Nabi Muhammad SAW, telah mencontohkan kepada diri kita sebagai umatnya. Apa itu? Setiap akhir Ramadhan justru beliau sangat bersungguh-sungguh di dalam memanfaatkan momentum sebelum Ramadhan berakhir.

“Namun semua itu kembali ke diri kita. Faktanya, sebagian dari diri kita, malah sebaliknya. Pada akhir Ramadhan, malas melakukan sholat Taraweh di masjid. Justru di zaman Rassululah dulu, masjid-masjid membludak dipenuhi jamaah untuk sholat Taraweh. Bahkan datang ke masjid untuk beritikab,” paparnya, lagi.

Dalam kajiannya lebih lanjut, KH M Makhtum, menyebutkan bahwa dengan tetap bersungguh-sungguh menjalani sholat Taraweh agar kita mendapatkan predikat taqwa. “Kemudian, kita menyambut turunnya Lailatul Qodar. Meski turunnya terserah Allah SWT. Bisa diawal, tengah maupun akhir pada 10 hari penghujung perjalanan Ramadhan,” ungkapnya.

Pada sisi lain, KH M Makhtum juga menyarankan agar kita memperbanyak memanjatkan doa. “Sebab, Allah SWT senang memberikan maaf kepada hamba-NYA. Makanya, kita merasa beruntung jika mengikuti apa yang dulu di zamannya telah dilakukan Rassulullah/Baginda Nabi Muhammmad SAW,” bebernya.

Ketua Umum Yayasan Jami Al-Ikhlas RW 025 VGH Kebalen, Bekasi tersebut, panjang lebar menyampaikan bahwa kita ini merupakan umat yang sangat istimewa, karena diciptakan di akhir zaman. “Insya Allah, kita merupakan umat yang paling enak. Meski umurnya pendek-pendek berkisar antara 60-70 tahun, malah dikasih malam Lailatul Qodar,” pungkas KH M Makhtum.

Sementara itu pada pelaksanaan sholat Taraweh, diimami oleh Ustadz Rojali. Untuk Bilal dipercayakan kepada Akmal. Sebelumnya, Baharuddin bertindak sebagai pembaca maklumat. Kelembagaan DKM pun telah membuka penerimaan beras zakat fitrah dari warga RW 025 VGH Kebalen, Babelan, Bekasi.

Aktifitas masjid dilanjutkan dengan kegiatan Tadarusan yang secara bergantian diisi para jamaah. Mereka adalah H Jaelani Mughni, Baharudin, Tri Haryono, Slamet Sahuri, Nana, Saefulloh, Agus Susanto, Masnur serta lainnya. Termasuk digelar pula ajang silaturahmi bagi para jamaah. ■ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Isi Kajian Ta’lim Ba’da Shubuh, USTADZ FITRIAN NABIL L.C Bicara Tentang Kesempurnaan Berpuasa

Redaksi Posberitakota

Bukan Cuma Ulama, KH SYARIEF RAHMAT Sebut Kewajiban Memerangi Mirasantika juga menjadi Tugas Pemerintah

Redaksi Posberitakota

Bicara Tentang Keistimewaan Romadhon, USTADZ NUR ALI : Semakin Kesini Semakin Nikmat buat Orang yang Berpuasa & Beriman

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment