PosBeritaKota.com
Megapolitan

DIRAWAT KENA COVID-19 DI RS FATMAWATI JAKARTA, WARTAWAN SENIOR & PENGAMAT MUSIK BENS LEO TELAH PERGI UNTUK SELAMA-LAMANYA

JAKARTA (POSBERITAKOTA) –
Benediktus Hadi Utomo atau lebih dikenal dengan nama Bens Leo, merintis profesi sebagai seorang jurnalis (wartawan) sejak tahun 70-an. Setelahnya aktif sebagai seorang pengamat musik di Indonesia. Pria berpenampilan kalem tersebut, lahir di Pasuruan, Jawa Timur, tepatnya pada 8 Agustus 1952.

Kepergiannya (wafat) untuk selama-lamanya itu, setelah kalangan wartawan di Ibukota mendapat kabar kalau Mas Bens Leo (begitulah panggilan akrabnya) – masuk rumah sakit (RS) Fatmawati, Jakarta, sekitar awal pekan lalu. Sempat dikabarkan kondisinya agak baikkan, namun kembali drof dan harus menggunakan alat ventilator. Senin (29/11/2021) pukul 08.24 WIB pagi tadi dinyatakan meninggal dunia, tepat diusianya yang ke-69 tahun.

Sebelum meninggal dunia, Bens Leo dikabarkan sempat dilarikan ke rumah sakit akibat terpapar COVID-19. Bukan hanya itu saja, kondisinya diketahui sempat menurun dan saturasi oksigennya naik turun.

“Kondisi Mas Bens masih spt kemarin. Belum stabil. Dia dalam kondisi sadar penuh, namun masih sesak. FYI Mas Bens sdh 2 x vaksin Sinovac, Maret & April 2021,” tulis kerabat dari Bens Leo, Niny Sunny, di akun Instagramnya beberapa waktu lalu.

“Hasil lab CRP kemarin tiba2 angkanya naik 15 dari 3 (pertanda ada inflamasi), tp kemarin turun jadi 7. Begitu pula dg saturasinya. Kata Mbak Pauline, angka ini bisa lari2an. Tiba2 membaik bisa capai 97, tapi salah posisi tidur saja, bisa turun jadi 92,” lanjutnya.

Sosok Bens Leo sendiri cukup memiliki keahlian di bidang musik. Bahkan ia sempat menjadi anggota awal dalam tim sosialisasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards. Termasuk juga dikenal sebagai pencari bakat dan produser musik. Dirinya juga sempat memproduseri album hits milik Kahitna bertajuk Cerita Cinta.

Dari catatan karirnya, Bens Leo sempat gagal mengikuti pendidikan AKABRI, lantaran terlambat mendaftar di sekolah penerbangan Curug. Hal itu membuat dirinya sempat menemui salah satu anggota Koes Plus, Tonny Koeswoyo dan mewawancarainya.

Sedangkan hasil wawancaranya bersama Tonny rupanya dikirim ke salah satu portal media. Bahkan tulisannya sempat dimuat sebagai headline koran dengan judul ‘Sejarah Koes Plus Bersaudara’.

Lantaran itu pula membuatnya direkrut untuk menulis di rubrik Seni Budaya. Bahkan dia diberi peluang oleh Tonny untuk mewawancarai Panbers, kemudian bergabung dengan majalah musik bernama Aktuil, dan mendapatkan nama Bens Leo.

Ayah dari satu anak tersebut juga sempat meliput Festival Lagu Pop Indonesia. Dia juga sempat ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia di World Popular Song Festival di Tokyo, Jepang. Bahkan dia juga sempat diundang atas nama pribadi sebagai wartawan musik dari Indonesia untuk meliput World Popular Song Festival 1976 mendampingi Guruh Soekarno Putra, Grace Simon dan Idris Sardi.

Pada era pertengahan tahun 80-an, Bens Leo tak asing lagi dikenal sebagai wartawan di Majalah Gadis. Liputan-liputan musiknya banyak disukai pembaca. Lantas memasuki tahun 2000, Bens Leo diajak oleh Maxi Gunawan untuk membangun media cetak khusus musik bernama NewsMusik. Namun pada 2003 dia memilih untuk mengundurkan diri. Sebelum akhir hayatnya, Bens Leo baru saja merampungkan penulisan bukunya.

Mendiang Bens Leo sendiri merupakan suami dari seorang dokter spesialis gizi bernama Pauline Endang Praptini. Dari pernikahannya tersebut, dia dikaruniai seorang anak bernama Addo Gustaf Putera.

Atas kepergiannya, tidak sedikit kalangan artis Indonesia yang berduka. Mayoritas musisi, pencipta lagu, penyanyi dan bahkan produser – cukup mengenalnya sebagai pribadi yang pendiam. Bahkan kerapkali diminta sebagai moderator di acara jumpa pers kalangan artis dan group musik melaunching album atau singlenya.

Sebelum dimakamkan ke tempat peristirahatan terakhirnya di TPU Menteng Pulo, digelar lebih dulu upacara misa dan ibadat penutupan peti. Acara tersebut dipimpin atau dipersembahkan langsung oleh Romo Petrus Cipto Nugroho, SCJ, pada pukul 13.00 WIB sampai selesai. Tepat pukul 14.00 WIB dibawa ke TPU Menteng Pulo, Jakarta. □ RED/THONIE AG/EDITOR : GOES

Related posts

Kado Manis HUT ke-18, BAZNAS Kembali Raih Sertifikat ISO 9001-2015

Redaksi Posberitakota

SELAIN HARUS TUNGGU INMENDAGRI, GUBERNUR ANIES BASWEDAN BILANG ATURAN LIBUR ‘NATARU’ MASIH DIGODOK OLEH JAJARANNYA

Redaksi Posberitakota

Kunjungi HBKB Antasari Sky Sport, WALIKOTA JAKSEL Puji Pemandangan Indah

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment