26.2 C
Jakarta
27 June 2022 - 04:15
PosBeritaKota.com
Nasional

MENIMBUN BARANG MERUPAKAN TINDAKAN DZALIM, PBNU DESAK PEMERINTAH SEGERA USUT MAFIA MINYAK GORENG

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Kasus kelangkaan minyak goreng masih terjadi di mana-mana. Patut diduga bahwa hal tersebut akibat ada mafia penimbun. Pemerintah pun didesak untuk segera mengusut tuntas, ada apa dibalik kejadian tersebut? Sebab, jika tak secepatnya ditangani, masyarakat juga yang dirugikan.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Fahrur Ahmad Rozi, meminta Pemerintah untuk
merespon sekaligus menanggapi kelangkaan minyak goreng sesegera mungkin. Jika ada penimbunan oleh mafia itu merupakan tindakan dzalim.

“Makanya, kami mendesak agar Pemerintah cepat tanggap. Segera melakukan operasi pasar demi mengatasi kelangkaan minyak goreng di pasaran. Dan, itu harus dilakukan sesegera mungkin,” ucap KH Fahrur yang dihubungi POSBERITAKOTA, Senin (7/3/2022) malam.

Kembali ditegaskan Ketua PBNU itu lagi, apabila terjadi penimbunan yang dilakukan oleh mafia minyak goreng, hal tersebut haram dilakukan. Bahkan merupakan tindakan dzalim. “Jelas, haram menimbun bahan makanan pokok. Ini disebut Ihtikar dalam bahasa fiqh juga merupakan tindakan dzalim,” kata KH Fahrur.

Pada sisi lain, pihaknya meminta agar Pemerintah melalui Satgas Pangan, supaya mengusut tuntas. Ada apa dan kenapa terjadi, hilangnya pasokan minyak goreng dari hulu ke hilir. “Jadi, kami meminta kepada Satgas Pangan segera bergerak mengusut mafia dibalik hilangnya pasokan minyak goreng dari hulu ke hilir. Agar diungkapkan pelaku kejahatan mafia penimbunan bahan pangan minyak goreng ini,” harap pria yang akrab dipanggil Gus Fahrur.

Dikatakannya bahwa Indonesia merupakan eksportir CPO terbesar di dunia. Jadi sangat mustahil terdapat kelangkaan minyak goreng. “Mustahil kalau sampai ada kelangkaan minyak goreng. Satgas Pangan harus turun tangan dan menindak para penimbun minyak goreng ataupun bahan pangan lainnya,” pungkasnya. ■ RED/TB DEVI IR/ EDITOR : GOES

Related posts

Hj. Nani Wijaya Dinikahi Ajip Rosidi

Redaksi Posberitakota

Di Kabupaten Bekasi, RIBUAN RT-RW Pertanyakan Honor Bulanan yang Macet Lagi

Redaksi Posberitakota

Rapat Soal Vaksin Nusantara di DPR RI, PENNY K LUKITO Bilang BPOM Tetap Tegakan Aturan Tanpa Pandang Bulu

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang