28.9 C
Jakarta
17 August 2022 - 10:36
PosBeritaKota.com
Nasional

Bikin Pelatihan Khusus Program Santripreneur, BAZNAS Bertekad Dorong Kemandirian Santri Berwirausaha

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Sebagai upaya untuk mendorong kemandirian para santri dalam berwirausaha, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bikin pelatihan program Santripreneur. Sedangkan pelatihan itu sendiri digelar secara daring dan disiarkan di kanal YouTube BAZNAS TV, pada Rabu (20/7/2022).

Disebutkan bahwa program BAZNAS Santripreneur adalah sebuah program pembinaan, pendampingan, dan pelatihan bisnis serta bantuan modal usaha yang ditujukan kepada para alumni santri. Dimana tujuannya untuk menguatkan dan meningkatkan kesejahteraan para alumni santri dalam pengembangan kewirausahaan UMKM berupa bantuan modal usaha, pelatihan, dan pendampingan.

Program BAZNAS Santripreneur menyasar para alumni santri yang datang dari keluarga mustahik. Tentu saja diharapkan kelak dapat berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan hidup mereka. Namun, para penerima manfaat program BAZNAS Santripreneur adalah sebanyak 5.000 orang dan 281 di antaranya mengikuti pelatihan yang terbagi dalam 3 batch.

Dalam pelatihan batch 1 diikuti 100 penerima manfaat digelar pada 20 Juli, kemudian batch 2 pelatihan diikuti 100 penerima manfaat rencananya digelar pada 28 Juli, dan batch 3 diikuti 81 penerima manfaat diadakan pada 3 Agustus. Setiap batch dilaksanakan dalam satu hari, dengan tiga materi unggulan dalam program Santripreneur dan 1 kisah sukses dari lulusan santri yang berhasil.

Kemudian untuk pelatihan batch 1, diisi sejumlah pemateri, yakni Ketua Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Agus Setia Irawan; Dosen Pascasarjana dan Pengusaha, Dr. Dirgantara Wicaksono, SPd, MPd, M; Dosen Entrepreneurship dan Pengusaha, Muhammad Setiawan Koesmulyono dan CEO dprint Communications, Khairul Basri.

Dikatakan Ketua BAZNAS RI, Prof Dr KH Noor Achmad MA, Program Santripreneur merupakan salah satu upaya BAZNAS dalam mengangkat perekonomian santri dan keluarganya. Dengan bekal berwirausaha, para alumni santri diharapkan dapat menjadi role model kesuksesan dan menjadi contoh baik bagi orang sekitar.

“Dalam hal ini, BAZNAS mempunyai keinginan agar para santri dapat menjadi muzaki di kemudian hari, agar para santri pada akhirnya akan menguasai perekonomian yang ada di Indonesia dan dunia. Harapan kita semuanya dengan santripreneur tersebut akan menjadikan para santri kreatif dalam menjalankan usaha, sehingga menuju arah kesuksesan dan bermanfaat bagi sekitar,” tegad Noor.

Giat Program Santripreneur ini, potensi pesantren yang begitu besar dapat menjadi faktor pendukung keberhasilan usaha para santri. “Pesantren adalah pasar yang luar biasa dan memiliki potensi yang besar. Besar harapan kami agar semua pihak yang terlibat dapat memanfaatkan momentum emas ini untuk membangkitkan ekonomi umat,” tuturnya, lagi.

“Di sini, ada proses transformasi mustahik menjadi muzaki menjadi tujuan utama BAZNAS, yang memiliki fokus kuat dalam menyejahterakan umat. Semoga apa yang dicita-citakan dapat terwujud,” ucap Noor, menambahkan.

Masih dalam kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan MA, mengungkapkan bahwa Program Santripreneur adalah bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan potensi dan social capital pesantren.

“Sebab, kalau dilihat dari jumlah pesantren di Indonesia kita punya 34.632 pesantren yang santrinya mencapai sekitar 4,7 juta. Ini adalah social capital yang akan diberdayakan oleh BAZNAS, yang akan jadi penggerak ekonomi dan memunculkan inovator inovator berbasis pesantren,” ungkap Saidah.

Hal itu, menurut dia, jelas menjadi background, bonus demografi pesantren jadi social capital yang diberdayakan, dan akan menjadi potensi utama di dalam pemberdayaan ekonomi umat Islam di Indonesia,” imbuh Saidah.

BAZNAS ingin menjadikan pesantren menjadi pusat pendayagunaan ekonomi yang menyasar pada tiga pilar. Pertama, BAZNAS ingin program santripreneur ini bisa memperkuat kelembagaan pesantren. “Jadi istilah kami itu pesantren menjadi simpul kesejahteraan baru. Kita ingin menciptakan pesantren akan menjadi penguatan atau simpul ekonomi umat,” tuturnya.

Di sisi lain, menurut Saidah, adalah pilar sosial dimana memperkuat lingkungan sekitar. Para santri yang sudah berdaya, maka dia akan menjadi simpul atau orang-orang yang bisa memberdayakan sekitarnya.

“Jadi jika santri berdaya bukan berdaya untuk dirinya saja, tetapi juga memberikan kebermanfaatan untuk sekitar. Dan pilar ketiga, kami ingin program ini bisa memperkuat membangun kemandirian santri di lingkungannya. Kita perkuat SDM santrinya agar membangun kemandirian para santri dalam berwirausaha,” jelas Saidah, mengakhiri. ■ RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Blangko e-KTP Tercecer Lagi, SEKJEN PARTAI DEMOKRAT Pertanyakan Kinerja Mendagri

Redaksi Posberitakota

Maya-Machicha-Jay, MEMERIAHKAN ‘Sepeda Nusantara 2018’ di Kota Banjarmasin

Redaksi Posberitakota

Cara Lawan Radikalisasi, KANG EMIL & KANG MAMAN Bikin Buku Biografi Kiai-Kiai Tanah Pasundan

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang