Memasuki Bulan Suci Ramadhan 1444 H, SATPOL PP DKI Jakarta Razia Ribuan Miras Ilegal

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menyita sebanyak 1.627 botol minuman keras (Miras). ilegal saat menggelar razia menjelang bulan suci Ramadhan 1444 Hijriah.

“Kami sudah menyita sebanyak 1.627 botol miras. Untuk di wilayah Jakarta Pusat di 1 lokasi, Jakarta Utara 11 lokasi, Jakarta Barat 15 lokasi, Jakarta Selatan 6 lokasi, Jakarta Timur ada 7 lokasi,” kata Kasatpol PP DKI Jakarta Arifin ditemui di Balaikota, Jakarta, Senin (27/3/2023).

Arifin mengatakan tempat yang dirazia khusus miras ada di 40 lokasi di Ibukota Jakarta. Lokasi terbesar memang ada di wilayah Tambora, jumlahnya sebanyak 561 botol.

“Wilayah kedua di wilayah Jakarta Utara berjumlah 471 botol, kemudian di wilayah Kebon Jeruk sebanyak 132 botol,” ujarnya.

Menurut Arifin, 40 wilayah yang menjadi titik razia miras ilegal. Ia menyebut wilayah paling banyak disita miras ilegal yakni Tambora, Jakarta Barat.

“Jadi wilayah yang kita lakukan penjangkauan di Tanah Abang lokasinya ada di Kelapa Gading kemudian di Tanjung Priok, Cengkareng, Tambora, Kebon Jeruk, Kalideres, Taman Sari, Kebayoran Lama, Jagakarsa, Mampang Prapatan, Setia Budi, Matraman, Pulogadung, Jatinegara dan Ciracas,” tuturnya.

Dikatakan Arifin, pihaknya melakukan pengawasan sekaligus penindakan terhadap penjual minuman keras (Miras) ilegal di masa bulan Ramadhan 1444 H.

“Soal peredaran minuman keras (Miras), kami sudah melakukan pengawasan sekaligus penindakan terhadap penjualan miras yang tanpa izin yang sudah dilakukan selama ramadhan,” katanya, mengakhiri keterangannya. ■ RED/JON ABY/EDITOR : GOES

Related posts

Terkait Fasilitas Kredit ke PT RMU, KAMAKSI Apresiasi Komitmen Bank Jakarta Hormati Proses Hukum

Pada Saat Meresmikan Gedung SMA Labschool di Ciracas, Gubernur Pramono Anung Sebut Pendidikan Sebagai Fondasi Jakarta Menuju Kota Global

Bank Jakarta Sponsori Anugerah Jurnalistik MHT 2026, Wagub DKI Rano Karno Apresiasi Guna Lahir Karya Berkualitas Sambut 5 Abad Jakarta