INDRAMAYU (POSBERITAKOTA) – Pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat terus dikebut dan ditargetkan selesai pada akhir Januari 2025. Sedikitnya, 93 unit rumah dibangun di kampung nelayan yang terletak di Desa Eretan Kulon, Kandanghaur, Indramayu, Jabar itu.
Biaya pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat berasal dari berbagai sumber dana. Baik pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI, Pemerintah Kabupaten Indramayu maupun Baznas Pusat.
Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat beberapa waktu lalu menyebutkan, Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat dibangun di atas lahan seluas 9.977,15 m². Pengadaan tanahnya disediakan Pemkab Indramayu dengan anggaran Rp 4,6 miliar.
Sementara pembangunan rumah sebanyak 93 unit berasal dari anggaran Kementerian Sosial RI. Selain pembangunan 93 unit rumah juga terdapat fasilitas lain yang ikut dibangun seperti; masjid, zakat center, dan UMKM yang dibangun Baznas RI dengan anggaran sebesar Rp 4,7 miliar.
Saifullah menegaskan bahwa pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat bukan semata-mata untuk merelokasi keluarga nelayan yang tempat tinggalnya terkena rob, tetapi juga sebagai tempat untuk pemberdayaan keluarga nelayan agar dapat mengembangkan diri.
“Rumah ini harus sama-sama dijaga, terutama kebersihannya. Kita targetkan akhir bulan Januari ini bisa selesai. Saat ini progres pembangunannya baru 70 persen,” katanya.
Ditambahkannya bahwa para nelayan juga diberikan pelatihan untuk terus meningkatkan kemampuannya. Mereka telah dilatih membuat aneka olahan ikan dan pembuatan sandal. “Jika ini berhasil kita jadikan role model secara nasional di Indonesia,” ujar Mensos.
Sebelumnya, Bupati Indramayu Hj. Nina Agustina, menyampaikan sejak peletakan batu pertama pembangunan rumah pada 19 September 2024, proses pembangunan terus dilakukan sehingga diharapkan selesai sesuai waktu yang ditetapkan.
Menurutnya, penyediaan berbagai fasilitas pendukung diharapkan dapat meningkatkan kemandirian masyarakat dalam memulihkan perekonomian pasca-bencana.
Hal ini merupakan bagian dari upaya Pemkab Indramayu untuk pemulihan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat terdampak.
“Pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat ini merupakan upaya bersama menanggulangi bencana bagi masyarakat yang terkena bencana rob. Mudah-mudahan menjadi kebangkitan masyarakat Eretan,” katanya.
Sementara itu Ketua Baznas, Noor Achmad mendukung pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera Bermartabat. Pihaknya membangun masjid senilai Rp 2,1 miliar, memberikan upah bagi pekerja bangunan sebesar Rp 1,9 miliar, dan melakukan pemberdayaan UMKM senilai Rp 684 juta.
“Kami dari Baznas mendukung kebijakan ini karena mereka merupakan korban bencana alam. Total anggaran yang disiapkan di Indramayu mencapai Rp4,7 miliar,” ucap Noor Achmad. © RED/TARYANI

