JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Seperti kita tahu bahwa sosok Sunjay Kapoor bukanlah orang biasa. Sebab, ia begitu dikenal sebagai pewaris kerajaan peralatan otomotif terbesar di India. Bahkan, hidupnya dikelilingi kemewahan – akses ke teknologi pengobatan terbaik, makanan premium, jet pribadi, klub olahraga eksklusif dan sederet keberuntungan dunia lainnya.
Sedangkan dari salah satu keberuntungan lain Sunjay Kapoor adalah, ia pernah menjadi suami Karisma Kapoor. Seorang artis film Bollywood (India) paling populer pada masanya. Juga dikenal karena kecantikan daqqqq n ketenarannya.
Tak ayal bahwa dalam kehidupannya tak lepas dari yang namanya limpahan harta, begitu pun tahta serta wanita. Dari situlah tampak hidup Sunjay Kapoor sudah lengkap. Malah mendekati sempurna di mata dunia.
Namun semua itu ternyata tak mampu menghalangi satu makhluk kecil bernama lebah menjadi perantara kematiannya. Berikut kronologis kematian sang miliarder.
Tepatnya pada 12 Juni 2025 yang baru lalu, Sunjay Kapoor bermain polo di Guards Polo Club, Windsor, Inggris. Guards Polo Club adalah salah satu klub polo paling bergengsi dan eksklusif di dunia yang terletak di Windsor Great Park, Inggris. Lokasinya sangat dekat dengan Windsor Castle, kediaman resmi keluarga Kerajaan Inggris. Tempat berkumpulnya para bangsawan, pengusaha dan selebriti tingkat dunia.
Sempat dianggap hal biasa. Kenapa? Karena pada saat pertandingan berlangsung, Sunjay Kapoor tiba-tiba berujar : “Saya telah menelan sesuatu!” Pada dugaan awal adalah ia tidak sengaja menelan lebah atau tersengat di dalam mulut.
Namun dalam hitungan 1-2 menit saja, Sunjay Kappor rebah ke tanah. Sengatan itu telah memicu guncangan anafilaksis, yaitu reaksi alergi parah yang menyebabkan serangan jantung mendadak.

Kemudian, tim medis dan rekan satu tim segera melakukan CPR di tempat atau lokasi kejadian. Usaha resusitasi gagal, respons tubuhnya tidak dapat dipulihkan. Takdir menjemput. Maka, ia pun dinyatakan meninggal dunia di lokasi.
Sunjay Kapoor telah berpulang. Bahkan ketika rekan-rekannya sedang menelepon tim medis. Hanya dalam hitungan 1-2 menit, hidup sang miliuner berakhir. Tamat.
Dunia kehilangan seorang miliuner. Bukan di meja rapat, tapi di Lapangan Polo. Ironisnya, beberapa jam sebelumnya, ia sempat mengunggah ucapan duka citarasa atas tragedi Air India. Beberapa jam kemudian, dunia menyampaikan belasungkawa untuknya.
Sunjay Kapoor meninggal pada usia yang relatif muda, yakni 54 tahun. Ia meninggalkan 3 anak dari dua kali pernikahannya. Pernikahan dengan Karisma Kappor berakhir di tahun ke-13, menghasilkan 2 orang anak, dan dengan istri keduanya menghasilkan seorang anak yang masih kecil.
Semua orang yang mengenalnya pastilah terkejut. Sunjay Kappor masih muda, kaya dan berkuasa. Lalu, tiba-tiba…seekor lebah membunuhnya.
Dari situ, pesannya sangat jelas : Kematian tidak menunggu orang kaya selesai meeting. Kematian juga datang tidak kenal tempat. Kematian tidak menunggu orang miskin berhenti berjuang. Bahkan kematian tidak menunggu anak menjadi dewasa.
Kadang kematian itu datang lewat sesuatu yang tak kita duga. Seperti seekor nyamuk yang melenyapkan Raja Namrud. Atau seekor lebah, yang menyebabkan seorang miliarder bernama Sunjay Kapoor harus meregang nyawa.
Pernahkah kamu merasa diingatkan oleh kematian yang datang tiba-tiba begini? Tulisan ini bukan tentang Sunjay Kapoor. Tapi tentang kita. Yang hidup, tapi sering lupa bahwa hidup ini pendek sekali. © (RED/HINDUSTAN TIMES/NN/goes)

