PosBeritaKota.com
Entertainment Top News

Atas Dedikasinya di Seni Budaya – Film & Sastra, EDDIE KARSITO Didapuk Tropy ‘Murthi Anugerah Golden Achievement Culture’

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sosok yang dikenal sebagai penggiat budaya, Eddie Karsito, menerima penghargaan dengan gelar ‘Murthi Anugerah Golden Achievement Culture Award’ dari Murthi Kedaton Nusantara Jayakarta Indonesia.

Sedangkan penghargaan tersebut diberikan atas prestasi dan dedikasinya menekuni bidang kesenian, kebudayaan, film dan sastra di berbagai Negara.

“Jujur, saya tidak menyangka dapat menerima penghargaan ini. Apresiasi ini tentu memberi pengaruh terhadap kinerja dan pengabdian saya, khususnya di bidang kesenian, dan kebudayaan yang selama ini saya geluti,” kata Eddie Karsito kepada media di Jakarta, Jumat (18/7//2025).

Karena itu pula, Eddie Karsito pim berharap penerimaan penghargaan tersebut dapat menjadi dorongan untuk terus meraih prestasi dan memberi contoh positif bagi orang lain.

“Di sini, saya senantiasa menempatkan karya sebagai gairah. Bangga dan mencintai apa yang saya kerjakan. Penghargaan ini semoga dapat memberi contoh positif bagi yang lain,” ucap Pendiri Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan tersebut, menambahkan.

Dalam kesempatan ini Eddie Kasito tak lupa ingin sekaligus menyampaikan rasa terima kasih kepada Yang Mulia Maha Datu Dirajawali Pangeran Nata Adiguna (PNA) Mas’ud Thoyib Jayakarta Adiningrat Prabu Amilihur dan Yayasan Kedaton Nusantara Jayakarta selaku lembaga penganjur penghargaan.

“Terima kasih yang setinggi – tingginya saya ucapkan kepada Yang Mulia Maha Datu Dirajawali PNA Mas’ud Thoyib dan Yayasan Kedaton Nusantara Jayakarta. Penghargaan ini sangat saya hargai. Bersamaan dengan para tokoh publik yang telah menunjukkan dedikasi dan integritasnya juga menerima penghargaan serupa,” papar pekerja sosial yang membina ratusan pemulung dan kaum dhuafa ini.

Peneguhan dan pengagungan kepada para Datuk-Datin Raja, Datuk Dirajawali serta para tokoh budaya tersebut berlangsung di Balairung Sari Kedaton Nusantara Jayakarta, Rawa Binong Lubang Buaya Jakarta Timur, Kamis (17/07/2025) kemarin.

Acaranya itu sendiri sekaligus menandai Selamatan Agung Suro Sesaji Raja Suya dalam rangka memperingati 500 tahun Kejayaan Majapahit, yang diselenggarakan Yayasan Kedaton Nusantara Jayakarta Indonesia dan Malaysia.

Namun selain Eddie Karsito, penghargaan serupa juga diberikan kepada 16 tokoh seniman dan budayawan lainnya. Diantaranya, Prof DR (HC) Jaya Suprana, atas dedikasinya ikut mengembangkan seni budaya Indonesia di Mancanegara. Termasuk memiliki peran penting dalam Kebangkitan Nusantara Golden Age.

Selanjutnya, Datin Sri Sakinah Binti Bujang Kasim Cahya Ningrum (Malaysia) yang juga memiliki peran penting dalam Kebangkitan Nusantara Golden Age dan Ki Ajar Damar Shashangka Mangku Gde, atas pengabdiannya mendokumentasikan naskah – naskah Jawa Kuno.

Untuk berikutnya seniman dan budayawan Drs. Suryandoro, sang inisiator seni pertunjukan drama wayang klasik yang ditransformasikan ke dalam bentuk opera musikal modern, setara seni pertunjukan di Teater Broadway New York City AS.

Lalu Dra Dewi Sulastri, penari Jawa klasik yang memberi jiwa perkembangan The Indonesian Drama Wayang Swargaloka serta Bathara Saverigadi Dewandoro, koreografer dan seniman tari muda, dikenal sebagai penata tari tradisional Jawa termuda yang karirnya mendunia.

Murthi Kedaton Nusantara Jayakarta Indonesia juga memberi penghargaan kepada almarhum Sampurno SH, selaku pendiri wadah seni ‘Pelangi Nusantara’ Taman Mini Indonesia Indah (PN-TMII). Tokoh yang memimpin sejumlah misi kesenian Indonesia ke luar negeri, sebagai duta bangsa Indonesia.

Maha Datu Dirajawali PNA Mas’ud Thoyib Jayakarta Adiningrat Prabu Amilihur menyampaikan bahwa apresiasi budaya dalam bentuk memberi penghargaan dapat menjadi jembatan komunikasi yang efektif di tengah masyarakat yang beragam.

Bahkan pihaknya juga mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan kepada sejumlah tokoh ini merupakan hasil penilaian objektif dan mendalam berdasarkan investigasi dan observasi.

“Jadi, kita harapkan bahwa melalui upaya ini dapat memicu semangat kreativitas dan inovasi di kalangan penggiat budaya. Memahami dan menghargai perbedaan budaya. Membangun hubungan yang lebih kuat, terutama dalam konteks komunikasi lintas budaya antar bangsa-bangsa di dunia,” ucap PNA Mas’ud Thoyib.

Perlu diketahui bahwa Eddie Karsito sebelumnya pernah menerima penghargaan dari Kementerian Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia sebagai ‘Anak Bangsa Berkepribadian Pembangunan 2013’, karena dedikasinya membina pemulung dan mengkapitalisasi sampah produktif.

Khusus di dunia seni peran, Eddie Karsito beberapa kali menerima penghargaan, antara lain; Pemeran Pembantu Pria Terpuji Festival Film Bandung (FFB) 2008, melalui film ‘Maaf, Saya Menghamili Istri Anda’ berperan sebagai Lamhot Simamora. Juga Nominator Pemeran Pembantu Pria Festival Film Jakarta (FFJ) 2007, serta Nominator Pemeran Pembantu Pria Festival Film Indonesia (FFI) 2006.

Termasuk bersama rekan satu komunitasnya Eddie Karsito menerima penghargaan Juara 1 Karya Kolektif Festival Film Independen Indonesia(FFII SCTV) Tahun 2003, film “Disuatu Siang Di Sebuah Perkampungan Kali Mati Karet Bivak.

”Pada dunia perfilman Eddie Karsito juga menyutradarai film pendek masih terkait masalah budaya. Yaitu, pergelaran Wayang Kulit yang disertakan dalam ‘International Festival Shadow Theater Indonesia’ di Mexico 2021.Film yang diproduksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi – Republik Indonesia tersebut juga dirilis dan ditonton di 33 Negara sahabat.

Eddie Karsito juga bertindak sebagai produser, dan pernah membuat film di luar negeri, antara lain di Sydney Australia, Tokyo, Osaka, Yokohama, Kiyoto Jepang, dan Negara lainnya.

Di sisi lain juga terlibat di berbagai penyelenggaraan acara apresiasi seni budaya, diantaranya; sebagai Committee The 7th Meeting of ASEAN Puppetry Association (APA), Its 10th Anniversary and Asean Puppetry Festival, di Mojokerto Jawa Timur (2016).

Pernah sebagai Anggota Delegasi Sidang Non-Governmental Organization (NGO) ‘7th General Assembly’ UNESCO-PBB, dalam rangka pelestarian Wayang sebagai warisan budaya mahakarya dunia, Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity UNESCO, di Paris Prancis (2018).

Menjadi fasilitator pada program Mobile Arts for Peace (MAP) Tahun 2021 – 2024, University of Lincoln, UK – Inggris, bekerjasama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jakarta.

Mobile Arts for Peace (MAP), merupakan program berbasis seni dan budaya yang melibatkan anak-anak muda, untuk membangun kesepahaman dan perdamaian, khususnya di empat Negara; Kyrgyzstan, Rwanda, Indonesia dan Nepal. © RED/RAMADHAN ALDIANSYAH /EDITOR : GOES

Related posts

Setelah Setahun Lebih Menjanda, TATA JANEETA Kini Sudah Berani Pamer Suami Baru

Redaksi Posberitakota

Rilis di Malaysia, RESTY SAYONG Perkenalan Single Terbaru ‘BADUT TUA’

Redaksi Posberitakota

Percepat Pembangunan PSEL, Pemprov DKI – Danantara Teken MoU Guna Tangani Sampah

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang