JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pentas teater rakyat dan modern dengan mengangkat lakon ‘Ratu Bengis’, kembali disuguhkan oleh Sanggar Oplet Robet (Ocehan Plesetan Rombongan Betawi), selama 3 malam berturut-turut (5, 6 dan 7 September 2025, di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Sanggar Oplet Robet pimpinan H Qubil AJ yang sudah eksis kurang lebih 30 tahun lamanya, tetap mengemban visi misi dimana mengangkat cerita rakyat dengan latar budaya Betawi dan religius agama Islam, guna memberikan nilai edukasi (tontonan dan sekaligus tuntutan) kepada masyarakat luas.
Menurut seniman muda asli Betawi, Sanggar Oplet Robet ingin terus memproduksi karya pementasan dan sekaligus sebagai bentuk kepedulian agar seni budaya Betawi tetap hidup di masyarakat. Apalagi, tambah H Qubil AJ, sanggar asuhannya banyak mendapat support dukungan terutama dari Dinas Kebudayaan DKI Jakarta.
Terkait munculnya seniman atau aktor/aktris panggung baru dari sanggar yang dibinanya, menurut pria yang pernah populer sebagai pemeran Bang Mandid Musyawarah di serial sinetron ‘Islam & Bukan Islam KTP’ di SCTV, juga merupakan keharusan. Sebab, dari merekalah kemudian menjanjikan bakal menjadi penerus.
“Melalui pementasan-pementasan teater rakyat dari Sanggar Oplet Robet, apalagi sudah berjalan selama hampir 30 tahun, akhirnya terus bermunculan aktor/aktris muda. Bahkan, mereka begitu mencintai seni budaya yang berakar dari kearifan lokal, budaya Betawi,” tegas H Qubil AJ kepada POSBERITAKOTA.COM dan SUARAKARYA.ID, seusai pementasan penutup lako Ratu Bengis di GKJ Pasar Baru, Jakarta Pusat.
KRITIS & BERANI NYEREMPET KE PERSOALAN KEKINIAN
Pementasan teater rakyat modern selama kurang lebih 3 jam yang mengangkat lakon ‘Ratu Bengis’ itu, diracik sangat apik oleh sutradara Maulana Firdaus. Ada kocaknya, kritis terhadap kondisi atau persoalan kekinian (update dan faktual), sehingga penonton pun dapat mencerna benang merah dari cerita tersebut di atas.
Dialog serius maupun plesetan, adegan-adegan yang bikin suasana segar (maksud canda/lucu) atau mempersonifikan pemeran dengan berani nyerempet-nyerempet ke tokoh atau sosok terhadap persoalan kekinian – setidaknya dapat memberikan pementasan Sanggar Oplet Robet sudah berkelas.
Bahkan, jika boleh disamakan bahwa Sanggar Oplet Robet saat ini, sudah bisa disejajarkan ketika Teater Koma pimpinan Nano N Riantiarno muncul dan sangat dikenal era 80-an silam. Juga digemari penonton karena menyuguhkan teater rakyat modern.
Dari lakon cerita yang disuguhkan, menggambarkan sang ‘Ratu Bengis‘ sakit hati lantaran kematian putranya akibat dikeroyok oleh orang – orang tak bertanggungjawab. Karena itu, ia tak menguburkan jasad putranya tersebut. Malah diawetkan, agar bisa jadi kenangan untuk membalas dendam terhadap situasi ketidakadilan yang dialami.
Pementasan yang diperkuat oleh setting (lokasi) dan lighting (tata lampu) bagus, sehingga sangat menarik perhatian. Penonton pun dibikin tak bosan, apalagi dengan celetukan-celetukan lucu dari para pelakonnya. Sejumlah bintang TV dan komedian ternama yang dilibatkan, tercatat mampu menghidupkan pementasan lakon ‘Ratu Bengis’.
Untuk deretan pendukung pementasan ‘Ratu Bengis‘ dari Sanggar Oplet antara lain Yani Syafira, Rianto RA, Sari Cikata, Bejo, Mia, Pupun, Pantek, Sani, Amanda, H Isnaen, Bonen, Iwan Toing, Pampam serta banyak lagi. Sedangkan Udin Kacrit (penata musik), Bunda Wiwik (penata tari/silat, Iin (penata kostum), Tita (penata make-up), Ari Bekong (penata artistik), Zank Smooth (penata lampu) dan Toto Gomez (penata sound)
Tak ketinggalan bintang pendukung utama yang terdiri dari Oppie Kumis, Ucup Jaka, Rudy Sipit, Tati Cuex, Didin Boneng, Sabar Bikir, Hairul Yusuf dan bahkan H Qubil AJ sendiri – layak mendapat apresiasi. Bahkan sudah sangat layak jika dipentaskan secara nasional. © RED/AGUS SANTOSA