Baik yang ada di Jalan Asia Afrika maupun Rasuna Said, GUBERNUR PRAMONO ANUNG Dapat Lampu Hijau Segera Bongkar Tiang Monorel

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Setelah mendapat lampu hijau dari Kejaksaan Tinggi DKI dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melanjutkan penataan di kawasan tersebut,
DKI Jakarta Pramono Anung segera membongkar tiang monorel yang menghampar tak berguna, baik di Jalan Asia Afrika maupun Jalan Rasuna Said.

Gubernur Pramono Anung terus terang mengaku risih. Bahkan gatal dengan keinginan untuk menyelesaikan itu. Makanya, berbagai hal pun ditempuh. “Sampai akhirnya kami datang untuk berkonsultasi dengan Kejaksaan Tinggi dan KPK. Syukur alhamdulillah, hal yang berkaitan dengan monorel kami mendapatkan nasihat hukum untuk bisa dijalankan,” uhar Pramono Anung di Jakarta, Kamis (16/10).

Kembali ditegaskan Pramono Anung bahwa pihaknya memulai proses penataan kawasan Rasuna Said pada awal Januari 2026. Solusinya, Pemprov DKI akan menata ulang jalan, memperlebar pedestrian serta memberi sentuhan arsitektur agar kawasan tersebut terlihat lebih indah dan tertata.

“Malah, saya sudah meminta untuk awal Januari kita akan memulai untuk membenahi Jalan Rasuna Said. Dan, saya mau tempat itu dibuat indah. Maka sentuhan arsitekturnya juga harus ada,” harapnya.

Disamping untuk mempercantik kota, penataan kawasan Rasuna Said juga diharapkan dapat membantu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di ruas jalan tersebut.

Apalagi, Gubernur Pramono Anung juga menilai, jika kawasan Rasuna Said ditata dengan baik, maka wilayah tersebut bisa sejajar dengan kawasan Sudirman – Thamrin yang menjadi pusat kegiatan bisnis dan pemerintahan Jakarta.

“Jika kawasan itu dibuat indah, dibuat rapi, kemudian tiang-tiang monorelnya dibersihkan. Juga jalannya diperlebar, pedestriannya diperbaiki, saya yakin Jalan Rasuna Said menjadi tempat baru yang tidak kalah dengan Sudirman–Thamrin,” pungkas Gubernur Pramono Anung. © RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Dukung Kebijakan Gubernur Pramono, Plt Sekretaris DPW PPP DKI Muhammad Hatta Siap Bantu Gencarkan Sosialisasi Program Pilah Sampah

Kriminologi 500 Tahun Jakarta, Agustus 1945 : Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan (Seri 20)

Hindari Perilaku Seks Menyimpang, Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Nikahkan Pasangan Pemulung di Kota Bekasi