JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti berharap pasca peristiwa ledakan SMA Negeri 73 Kelapa Gading, Jakarta Utara menjadi refleksi penting bagi seluruh pihak dalam memperkuat kebijakan pencegahan kekerasan dan perundungan di sekolah.
Bahkan ditegaskan Abdul Mu’ti, pihak Kemendikdasmen saat ini tengah menyiapkan Peraturan Menteri tentang Sekolah Aman dan Bebas Kekerasan yang mengedepankan pendekatan humanis, komprehensif dan partisipatif. Regulasi tersebut dirancang untuk memastikan setiap peserta didik mendapat perlindungan maksimal dalam proses belajar.
“Yang pasti, kami ingin mengubah paradigma pendidikan menjadi lebih humanis dan berorientasi pada kesejahteraan peserta didik. Guru harus hadir sebagai pendamping, bukan hanya secara akademik, tetapi juga psikologis, sosial, dan spiritual,” ujar Abdul Mu’ti di Jakarta, Rabu (12/11/2025).
Selain itu, Abdul Mu’ti juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah, guru, dan orang tua untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat dan saling peduli.Disebutkan bahwa mulai hari Senin (10/11) kemarin, Kemendikdasmen memberikan layanan psikososial bagi para murid, guru dan seluruh warga sekolah.
Masih menurut Menteri Mu’ti terkait layanan psikososial yang disiapkan bukan sekadar bentuk tanggap darurat. Namun juga sebagai langkah komprehensif untuk pemulihan fisik dan mental warga sekolah. Bahkan dirinya berpesan agar para murid tetap semangat belajar dan tidak takut beraktivitas kembali, termasuk beribadah di masjid sekolah.
“Melalui kesempatan ini, saya mengajak para murid untuk terus bersemangat menjalani masa pemulihan. Meski begitu harus tetap belajar dengan tekun dan tidak perlu takut kembali beribadah di sekolah,” pintanya. © RED/FATHONIE AG/ EDITOR : GOES