Sedangkan kegiatan itu sendiri, digelar khsusus untuk menyambut ‘Hari Penyandang Disabilitas Internasional’ yang jatuh pada 3 Desember mendatang.Pada saat menyampaikan sambutannya, Wagub Rano Karno tak lupa ingin mengajak masyarakat Jakarta untuk mendoakan warga di Sumatera yang tengah mengalami musibah banjir dan tanah longsor.
“Bahkan, kami memohon keikhlasan kita semua untuk menitipkan doa bagi saudara-saudara kita yang terkena musibah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Mudah – mudahan, Allah SWT meringankan semua kejadian di sana. Setelah acara ini, kami akan berkunjung ke Tanjung Priok untuk melepas bantuan bagi saudara-saudara kita di Sumatera,” katanya.
Bukan hanya itu saja. Wagub Rano Karno juga menegaskan bahwa rangkaian peringatan ‘Hari Penyandang Disabilitas Internasional’ merupakan bentuk nyata komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk mewujudkan kota yang inklusif dan ramah bagi semua.
“Melalui kesempatan ini, secara simbolis kami menyerahkan 146 Kartu Layanan Gratis transportasi umum bagi teman-teman penyandang disabilitas. Namun jumlah ini hanya simbolis, karena masih ada ratusan kartu lainnya. Kartu ini memberikan akses gratis pada layanan Transjakarta, MRT Jakarta dan LRT Jakarta bersama 15 kelompok masyarakat lainnya yang termasuk dalam skema layanan ini,” ujarnya.

Dikatakan politisi PDIP tersebut bahwa penyandang disabilitas merupakan bagian dari kekuatan Jakarta. Mereka memiliki hak, martabat serta potensi besar yang harus didukung dan difasilitasi. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen memastikan seluruh moda transportasi publik semakin ramah disabilitas, sesuai prinsip aksesibilitas, keadilan dan kesetaraan.
“Untuk KLG bagi penyandang disabilitas merupakan wujud nyata komitmen pemerintah untuk memastikan setiap warga memiliki hak yang sama untuk bergerak dan menikmati layanan kota. Harapannya, kartu ini dapat mendukung mobilitas teman-teman penyandang disabilitas agar semakin mudah, aman, nyaman, dan inklusif, serta memperkuat kemandirian dan kepercayaan diri,” ucap dia lagi.
Di sisi lain, Wagub Rano Karno juga mengajak seluruh pihak mulai dari operator transportasi, instansi teknis, komunitas hingga masyarakat luas untuk bersama-sama merawat layanan publik yang inklusif.
“Oleh karenanya, mari secara bersama-sama membangun infrastruktur yang aksesibel, menghadirkan pelayanan dengan empati serta menghapus stigma yang masih membayangi saudara-saudari penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Ketika menutup sambutannya, Wagub Rano Karno sangat berharap program ini tidak berhenti pada seremoni. Tetapi juga menjadi langkah nyata menuju Jakarta yang berkeadilan, manusiawi serta memberi ruang bagi setiap warganya untuk bergerak, berkarya dan bermartabat.
Disebutkan bahwa acara ini juga bertepatan dengan HUT ke-58 Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta. © RED/AGUS SANTOSA

