KOTA BEKASI (POSBERITAKOTA) – Betapa kultur kedermawanan di kalangan anak muda memang perlu terus ditumbuhkan. Bahkan kebiasaan tersebut sangat potensial menjadi pilar fundamental membangun karakter dan sikap mau peduli.
Mau buktinya? Sosok Adelaine Matthew justru memilih merayakan hari ulang tahunnya bersama para pemulung, janda lanjut usia dan anak-anak jalanan, binaan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan.
“Tentu senang dong, bisa ikut dalam kegiatan sosial ini. Suka cita ulang tahun diisi dengan berbagi manfaat dan doa bersama. Semoga suka cita mereka menjadi berkat buat kita semua, amin,” ucap Adelaine Matthew kepada awak media.Sosok gadis kelahiran Jakarta, 23 Januari 2004 ini, dijumpai saat acara syukuran hari ulang tahunnya yang ke-22, di Sanggar Humaniora di Perumahan Kranggan Permai Jatisampurna Kota Bekasi, Jum’at (23/01/2026).
Tak ayal bahwa ratusan pemulung dan anak-anak dhu’afa larut dalam suka cita menerima pembagian sembako sumbangan dari putri pertama dari tiga bersaudara, pasangan Prashant Lokhande dan Melia Lustojoputro yang tengah berulang tahun ini.
PEMULUNG SERINGKALI TERPINGGIRKAN
Soal menghadapi keberadaan pemulung bukan hal baru bagi Adelaine Matthew. Di lingkungan tempat tinggalnya di Kawasan Kelapa Gading Jakarta Utara, ia dan keluarganya telah lama memberi atensi bagi kehidupan ratusan pemulung.
Dikatakan Melia Lustojoputro, ibunda Adelaine Matthew yang mendampingi putrinya berkunjung ke Sanggar Humaniora, pemulung menjadi bagian dari sistem informal pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular. Pemulung berperan signifikan dalam lingkungan, menyelamatkan ribuan ton sampah.
“Namun mereka sering menghadapi stigma sosial, kemiskinan serta risiko kesehatan dan keselamatan. Pemulung seringkali terpinggirkan karena faktor kemiskinan kultural,” tegas Melia Lustojoputro, lagi.
ROLE MODEL TINDAKAN FILANTROPIS
Sedangkan menurut Ketua Umum Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan, Eddie Karsito, pilihan Adelaine Matthew merayakan ulang tahun bersama warga kurang mampu ini menjadi contoh tindakan filantropis. Selain menghibur, dia juga membagikan, makanan, minuman dan memberi bantuan paket Sembako.
“Jadi, apa yang dilakukan Adelaine ini patut menjadi role model; teladan. Bukan sekedar tindakan memberi, tetapi pembentukan karakter yang holistik, melibatkan aspek sosial, moral, emosional, dan spiritual,” ungkap Eddie Karsito.
Dalam kesempatan itu turut hadir di acara ini Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Humaniora Rumah Kemanusiaan Sabrina Salawati Daud S.Pd sebagai fasilitator acara ini.
“Lembaga kami fokus pada kegiatan kemanusiaan. Menghadirkan berbagai kegiatan dan kolaborasi antar individu maupun organisasi. Membangun solidaritas sejati, kemanusiaan dan lingkungan,” jelas Sabrina Salawati Daud.
DUNIA IMAJINASI YANG KAYA
Diluar jiwanya yang altruistik, beragam kelebihan membuat gadis yang biasa disapa Adel ini menjadi sosok istimewa; distingtif. Dunia imajinasinya yang kaya memungkinkan dia menciptakan sesuatu yang menakjubkan.
Pada tahun ini Adelaine Matthew baru saja menyelesaikan studinya di Design Komunikasi Visual Telkom University Bandung. Juga lulus dari Program Studi Psikologi dan Kriminologi, dari Murdoch University Singapore. © RED/RAMADHAN ALDIANSYAH /EDITOR : GOES