JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Patut diketahui bahwa kasus lumpuh mendadak tak selalu muncul seketika setelah kecelakaan. Apalagi jika mengalami benturan di bagian belakang kepala atau tulang belakang, jelas bisa memicu gangguan syaraf. Efek atau dampaknya bisa saja baru terasa setelah bertahun-tahun kemudian.
Dikatakan praktisi pengobatan alternatif yang juga dikenal sebagai owner ‘Rumah Herbal’, Haji Ki Ageng Dewantara, cedera akibat jatuh baik dari motor, mobil maupun pohon – sangat berpotensi menimbulkan kerusakan syaraf tersembunyi.
Menurutnya lagi bahwa jika pecah atau terjepitnya syaraf di bagian belakang kepala dan atau punggung, besar kemungkinan dapat menghambat aliran sinyal tubuh. Meski memang dampaknya tidak selalu langsung terlihat.
“Jadi, kemungkinannya bisa saja setelah lima tahun kemudian, baru muncul kelumpuhan. Kenapa? Karena, ada syaraf di punggung yang terjepit sehingga sangat menghambat kerjanya,” ucap mantan aktor laga yang punya nama asli Sonny Dewantara.
Ditambahkan Haji Ki Ageng Dewantara menambahkan bahwa gangguan aliran darah dari jantung menuju otak, juga dapat terjadi jika ada hambatan di jalur saraf tersebut. Begitu pun untuk serangan stroke memang bisa terjadi mendadak bila terjadi gagal otak. Namun dalam banyak kasus, gejala berkembang perlahan.
Maka dari itu, masyarakat diminta waspada terutama setelah mengalami benturan keras. “Jadi kalau pernah jatuh dan ada keluhan di tulang belakang, tentu harus diwaspadai. Jangan-jangan ada syaraf Anda terjepit,” ujarnya.
Juga diingatkan Haji Ki Ageng Dewantara, seperti aktivitas berat seperti mengangkat ember air atau beban berlebih dapat memperparah kondisi syaraf yang sudah bermasalah. Maka itu disarankan untuk memeriksakan diri ke ahli syaraf bila muncul gejala mencurigakan.
Meski begitu, Haji Ki Ageng Dewantara menawarkan pendekatan pengobatan alternatif yang selama ini dipraktikkannnya. Termasuk terapi herbal dan mandi uap untuk detoksifikasi. Tapi, ia juva menekankan pentingnya pengecekan kondisi saraf secara menyeluruh.
Lewat kesempatan yang sama, Haji Ki Ageng Dewantara mengaku pernah menangani pasien dari Kalimantan Timur bernama Awang Farouk Eska yang datang dalam kondisi lumpuh total.
“Masalah yang dihadapi adalah dua tangan dan dua kaki tidak bisa bergerak sama sekali. Bahkan bicara pun tidak bisa,” ceritanya seraya mengklaim setelah hampir 10 hari menjalani konsumsi herbal racikannya, pasien mulai menunjukkan perkembangan.
Di sisi lain lagi, terlepas dari metode pengobatan yang dipilih, kewaspadaan terhadap cedera saraf tetap menjadi kunci. Riwayat jatuh, benturan hingga kebiasaan mengangkat beban berat sebaiknya tidak dianggap sepele.
Oleh karenanya, diingatkan Haji Ki Ageng Dewantara bahwa pemeriksaan medis sejak dini, dapat membantu mencegah risiko kelumpuhan maupun stroke di kemudian hari.
Saat ini berbasis praktek di Jalan Prof Dr Mustopo No 8 atau persis di depan Kantor Pos Ngadiluwih, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Jawa Timur (Jatim) – HP. 0817.168.283, ternyata ‘Rumah Herbal‘ Haji Ki Ageng Dewantara menjadi rujukan pasien dari berbagai daerah di Indonesia. Dan, bahkan tidak sedikit yang datang dari mancanegara. © REL/AGUS SANTOSA

