JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Warga masyarakat sangat berharap agar Pemprov DKI memberikan perhatian lebih terhadap obyek wisata dan pusat pelestarian Kebudayaan Betawi di Waduk Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Kenapa? Karena, Setu Babakan yang digadang-gadang menjadi pusat pelestarian Budaya Betawi, justru mempunyai potensi yang sangat besar sebagai ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik.
“Apalagi lokasinya sangat strategis, lingkungannya asri dan bahkan setiap hari cukup banyak masyarakat yang datang sekadar bersantai maupun berolahraga,” ucap Asmoro, warga Srengseng Sawah, saat Curhat dengan kalangan media.
Hal senada juga diungkapkan Tito Sumartono, warga Kebagusan yang sedang bersantai bersama istri dan tiga orang anaknya. Menurutnya, Setu Babakan merupakan ikon wisata di wilayah tersebut. Hanya sayangnya, belum tertata maksimal. Beberapa area belum tertata rapi.
Bukan hanya itu saja. Termasuk jalur lingkar belum memadai. Bahkan, dikatakan Tito lebih lanjut, fasilitas pendukung belum sepenuhnya nyaman sebagai jaminan untuk aktivitas warga.
“Kalau mau jujur, justru di hari-hari tertentu, seperti Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung cukup banyak. Begitu pula pada hari-hari libur nasional dan Lebaran, dipastikan pengunjungnya terlihat membludak,” ungkap Tito, lagi.
Oleh karenanya baik Asmoro maupun Tito sangat berharap agar Setu Babakan bisa tertata seperti Waduk Brigif di Cipedak, Jakarta Selatan. Kini, lokasi itu terlihat bersih, rapi dan punya jalan lingkar dengan beton.
Dengan begitu, harap keduanya, warga bisa berjalan santai, jogging hingga berlari dengan aman dan nyaman. Tanpa ada kekhawatiran jalan becek dan berlubang.
Menanggapi pandangan masyarakat tersebut, Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Muhammad Idris, menghimbau kepada Gubernur Pramono Anung merespons hal tersebut.
Selain peningkatkan kualitas lingkungan, ditambahkan HM Idris, hal itu juga mendorong gaya hidup sehat dan memperkuat interaksi sosial masyarakat. “Terlebih ruang terbuka yang representatif sangat dibutuhkan warga Jakarta,” pintanya.
Setu Babakan butuh penataan. Sebab, tidak semua warga memiliki akses ke fasilitas olahraga berbayar. “Bisa bermanfaat dan bisa menjadi alternatif murah, sehat, serta inklusif bagi semua kalangan,” tegas HM Idris.
Begitu pun kata Anggota Komisi B Muhammad Al Fatih, Setu Babakan merupakan obyek wisata potensial di wilayah Jakarta Selatan. Karena itu, perlu perhatian khusus dari Pemprov DKI.
Harapannya ikon Kota Jakarta itu menjadi obyek wisata profesional. Memacu kepariwisataan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Melalui pemasaran kerajinan, wisata dan Kuliner Betawi ke masyarakat luas,” tutup Al Fatih. © RED/AGUS SANTOSA