JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Sosialisasi Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Balaikota DKI Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Melalui kesempatan tersebut, Gubernur Pramono Anung menekankan pentingnya pembelajaran Pendidikan Pancasila yang tidak sekadar hafalan, melainkan mampu membangun ruang diskusi yang hidup, menyenangkan, dan dekat dengan realitas keseharian peserta didik.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan, yang menetapkan Pendidikan Pancasila sebagai mata ajar wajib bagi seluruh peserta didik dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA/MAK.
Gubernur Pramono Anung juga menyampaikan tiga catatan penting bagi para pendidik dalam menguatkan pembelajaran Pancasila di sekolah. “Pertama, Pancasila harus hadir di dalam ruang diskusi yang hidup di kelas. Jangan bersifat dogmatis. Dengan mengaitkan proses pembelajaran para siswa dengan hal-hal yang up to date, maka mempelajari Pancasila menjadi sesuatu yang kekinian. Karena Pancasila pada dasarnya adalah ideologi yang tidak lekang oleh waktu,” paparnya.
Sedangkan yang kedua, Gubernur Pramono mendorong agar pembelajaran Pancasila dijadikan proses yang menyenangkan dan bermakna di ruang kelas. “Jangan sekadar menjadi hafalan. Yang paling penting adalah bagaimana nilai-nilai itu disampaikan secara jujur, disiplin, apa adanya, saling menghargai, dan peduli,” katanya.
Namun untuk yang ketiga, menekankan bahwa penguatan Pancasila tidak cukup hanya dilakukan di sekolah, melainkan harus tercermin dalam keterhubungan antara keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan realitas kehidupan sehari-hari
“Salah satu kekuatan utama Pancasila akan menjadi kuat apabila keluarga, masyarakat, dunia pendidikan, dan realitas hidup keseharian itu bisa digambarkan menjadi potret kita bersama. Kalau itu sudah menjadi satu, saya yakin itu menjadi kekuatan yang luar biasa,” ungkapnya.
Selain itu Gubernur Pramono berharap para pendidik dapat menyiapkan peserta didik menjadi generasi yang tangguh dan mampu bertahan di tengah perubahan zaman yang sangat cepat, termasuk perkembangan teknologi dan dinamika sosial.
Gubernur Pramono Anung juga menyampaikan keyakinannya bahwa Jakarta dapat menjadi contoh dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila. “Saya yakin Jakarta bisa menjadi role model dari proses pendidikan Pancasila, bukan hanya sekadar dihafalkan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan yang sama Kepala BPIP, Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D., menyampaikan bahwa penguatan ideologi Pancasila menjadi bagian penting dalam Asta Cita menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, revitalisasi nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan di berbagai bidang kehidupan, mulai dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang digital.
“Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif, tetapi merupakan jiwa bangsa dan pedoman hidup bersama untuk mewujudkan Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Yudian.
Lewat kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berkomitmen untuk terus mendukung penguatan nilai-nilai Pancasila dalam dunia pendidikan sebagai fondasi membangun generasi yang berkarakter, adaptif, dan memiliki semangat kebangsaan yang kuat. © RED/AGUS SANTOSA

