Dorong Skala Prioritas Perbaikan, DPRD Bali Soroti Jalan Rusak dan Penerangan Gelap

BALI (POSBERITAKOTA) – DPRD Provinsi Bali menyoroti kondisi jalan rusak dan minimnya penerangan di sejumlah ruas jalan provinsi. Pada Senin (18/5), Komisi III DPRD Bali mendorong prioritas perbaikan jalan rusak untuk meningkatkan keselamatan dan infrastruktur di Bali.

Ketua Komisi III DPRD Bali, I Nyoman Suyasa, menyatakan hal ini. Masalah jalan rusak dan penerangan jalan masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Namun, kondisi jalan provinsi di Bali umumnya sudah mantap. “Jalan mantap di Bali sudah sekitar 80 persen,” ujar Suyasa.

Suyasa menjelaskan adanya keterbatasan anggaran daerah. Ini menyebabkan belum semua ruas jalan tertangani sepenuhnya. DPRD Bali akan mendorong penanganan yang lebih fokus. Prioritas diberikan pada titik kerusakan paling berat. Ruas dengan mobilitas tinggi juga menjadi perhatian.

Ia menegaskan, jalur padat dan strategis harus menjadi prioritas utama. Ini penting dalam pembahasan penanganan infrastruktur jalan ke depan. Anggaran perbaikan jalan belum dibahas rinci. Suyasa menyebut, proses pembahasan APBD 2027 baru akan dimulai. Diskusi dengan Dinas PUPRKIM Provinsi Bali belum dilakukan.

Data Dinas PUPRKIM Bali tahun 2025 menunjukkan total panjang jalan provinsi. Panjangnya mencapai 805,35 kilometer. Sebanyak 659,16 kilometer jalan berada dalam kondisi mantap. Namun, 146,19 kilometer jalan tercatat tidak mantap.

Kabupaten Karangasem memiliki tingkat kerusakan jalan provinsi tertinggi. Total panjang jalan di sana 154,54 kilometer. Sebanyak 40,53 kilometer di antaranya rusak berat. Jalan tidak mantap di Karangasem mencapai 50,23 kilometer.

Kondisi jalan di Kabupaten Bangli juga memerlukan perhatian. Dari 141,39 kilometer jalan provinsi, 20,30 kilometer rusak berat. Jalan tidak mantap di Bangli tercatat 29,40 kilometer.

Di Kabupaten Gianyar, total panjang jalan provinsi 88,85 kilometer. Sebanyak 18,70 kilometer rusak berat. Jalan tidak mantap mencapai 21,10 kilometer.

Kabupaten Buleleng memiliki 91,45 kilometer jalan provinsi. Sebanyak 14,10 kilometer di antaranya rusak berat. Jalan tidak mantap tercatat 20,96 kilometer.

Kabupaten Tabanan menunjukkan kondisi jalan provinsi relatif baik. Dari 170,48 kilometer, hanya 9,19 kilometer yang rusak berat. Jalan tidak mantap di Tabanan 12,79 kilometer.

Kondisi jalan provinsi di Kabupaten Badung dominan mantap. Dari 63,64 kilometer, hanya 1,50 kilometer rusak berat.

Kota Denpasar memiliki kondisi jalan provinsi terbaik di Bali. Dari 52,94 kilometer, seluruhnya masuk kategori mantap. Tidak ada ruas jalan rusak ringan atau berat di Denpasar.

Di Kabupaten Klungkung, total panjang jalan provinsi 12,69 kilometer. Sebanyak 1,60 kilometer di antaranya rusak berat. Jalan tidak mantap mencapai 2 kilometer.

Kabupaten Jembrana memiliki 29,37 kilometer jalan provinsi. Sebanyak 5,81 kilometer rusak berat. Jalan tidak mantap tercatat 6,81 kilometer.

DPRD Provinsi Bali terus mendorong pemerintah daerah. Mereka berharap perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama. Ini demi keselamatan dan kelancaran aktivitas masyarakat. ® RED/BALI 01

Related posts

Merupakan Fenomena, Pesisir Bali Berpotensi Banjir Rob Akibat Bulan Purnama

Diprediksi hingga 5 Juni, BMKG Himbau Warga Pesisir Bali Siaga Banjir Rob Akibat Purnama

Masa Penerimaaan Anggota Baru, KMHDI Buleleng Soroti Potensi Ketergantungan AI dalam Pendidikan