JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Perjalanan karier Direktur Komersial PT Trina Mas Agra Indonesia, Johan Hadi Wardoyo, melesat signifikan. Saat berkunjung kembali ke kampus Institut Teknologi PLN (ITPLN), Johan tak segan membagikan kisah transformasinya dari seorang operator lapangan hingga menduduki posisi strategis di industri energi.
Patut diketakui bahwa pria yang merupakan lulusan Program Studi Teknik Mesin ITPLN tersebut, mengaku fondasi pendidikan yang diperolehnya selama kuliah menjadi modal utama dalam menghadapi berbagai tantangan karier di sektor energi.
Dikatakan Johan terkait perjalanan profesionalnya dimulai dari level operasional sebelum meniti jenjang karier secara bertahap. Ia pernah bekerja sebagai operator, teknisi pemeliharaan, asisten engineer, supervisor, hingga manajer engineering sebelum dipercaya menjadi Direktur Komersial PT Trina Mas Agra Indonesia.
“Perjalanan karier saya dimulai dari menjadi operator, teknisi pemeliharaan, asisten engineer, supervisor, manajer bagian engineering, hingga manager engineering,” kata Johan saat berbincang-bincang dengan media belum lama ini.
Masih menurut Johan, tidak sedikit pihak mempertanyakan kemampuannya beradaptasi dari bidang teknik mesin menuju peran yang berkaitan dengan strategi bisnis dan global. Namun, Johan menilai kemampuan tersebut telah dibangun sejak masa kuliah.
“Fondasi saya waktu kuliah dulu di Institut Teknologi PLN sudah sangat dipersiapkan. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi kurikulumnya dirancang sesuai kebutuhan nyata industri energi,” katanya.
Ditambahkan Johan bahwa ekosistem pendidikan yang diterimanya membentuk lulusan yang siap bekerja dan mampu bersaing di dunia industri, termasuk pada level internasional. Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bekal penting dalam menghadapi dinamika sektor energi yang terus berkembang.
Johan juga menilai industri energi merupakan sektor masa depan yang menawarkan peluang luas bagi generasi muda. Karena itu, kebutuhan akan sumber daya manusia dan pemimpin baru di bidang tersebut akan terus meningkat.
“Industri energi merupakan industri masa depan. Ruangnya sangat luas dan membutuhkan banyak pemimpin baru. Jika ingin menjadi bagian dari perubahan itu, mulailah dari tempat yang tepat,” ucapnya.
Tak lupa, Johan ingin mengajak generasi muda yang tertarik berkarier di sektor energi untuk mempersiapkan diri sejak dini melalui pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri. “Saya sudah membuktikannya di ITPLN. Sekarang giliran kalian. Come and Join Us,” tegasnya Johan.
Berbekal pendidikan Sarjana Teknik Mesin dari ITPLN, ia terjun langsung menangani berbagai tantangan operasional di sektor pembangkitan. Pengalaman sebagai engineer pemeliharaan mekanikal dan elektrikal membentuk fondasi kuat dalam memahami denyut operasional sistem kelistrikan nasional.
Namun, Johan tidak berhenti pada kemampuan teknis semata. Kesadaran bahwa industri energi terus berubah mendorongnya melanjutkan pendidikan hingga meraih gelar Magister Manajemen dan Doktor Manajemen Teknologi dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Kombinasi ilmu teknik dan manajemen inilah yang kemudian menjadi modal penting dalam mengelola aset, sumber daya manusia, hingga strategi bisnis perusahaan.
Perjalanan kariernya terus menanjak. Dari posisi engineer, kemudian dipercaya mengemban berbagai tanggung jawab strategis, mulai dari perencanaan dan pengendalian pemeliharaan, supervisi engineering, manajemen keandalan pembangkit, hingga akhirnya menduduki jabatan manajerial di unit pembangkitan PLN Indonesia Power.
Juatru ditengah kesibukan sebagai praktisi, semangat belajar tetap menyala. Berbagai sertifikasi nasional dan internasional berhasil diraih, mulai dari manajemen aset, audit internal, kepemimpinan, manajemen proyek, rantai pasok, hingga keselamatan dan kesehatan kerja. Deretan sertifikasi tersebut bukan sekadar penghargaan, melainkan bukti komitmen untuk terus meningkatkan kapasitas diri di tengah perkembangan industri yang semakin kompleks.
Kisah perjalanan karier Johan menjadi contoh bagaimana kombinasi pengalaman lapangan, kompetensi teknis, dan pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri dapat membuka peluang menuju posisi kepemimpinan di sektor energi nasional. ® RED/FATHONIE AG /EDITOR : GOES