Dari Data Teknik ke Narasi Publik, ITPLN Bongkar Strategi Agar Raih Kepercayaan Masyarakat

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Bertajuk ‘Dari Data Teknik Menjadi Narasi Publik’, Institut Teknologi PLN (ITPLN) bersama PT PLN Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) menggelar Media Gathering dan Energy Communication Forum 2026.

Melalui acara tersebut, kampus transisi energi bertekad ingin mengupas bahasa teknis dalam dunia kelistrikan menjadi narasi publik agar mampu membangun kepercayaan masyarakat.

Executive Vice President Corporate Communication dan CSR PT PLN (Persero), Gregorius Adi Trianto yang menjadi pembicara dalam media gathering, mengungkapkan bahwa PLN selama ini dikenal sebagai perusahaan yang sangat teknis. Namun, tantangan saat ini bukan hanya memastikan listrik tetap menyala, melainkan juga menyampaikan proses bisnis yang kompleks kepada masyarakat secara sederhana dan mudah dipahami.

“Sebab, PLN adalah perusahaan teknis. Mulai dari pembangkitan, transmisi, distribusi hingga pelayanan pelanggan. Tentu semuanya memiliki kompleksitas masing-masing. Sedangkan tantangannya adalah bagaimana informasi teknis tersebut bisa diterjemahkan menjadi bahasa komunikasi yang mudah dipahami masyarakat,” ungkap Gregorius di kampus ITPLN, Kamis (18/6/2026).

Dalam pandangannya lebih lanjut, penguatan komunikasi berfungsi sebagai jembatan antara perusahaan dan publik. Melalui media massa, media sosial, aplikasi digital, hingga berbagai kanal komunikasi lainnya, ungkapnya, masyarakat harus memperoleh akses informasi yang cepat, akurat dan mudah dipahami.

Kembali ditegaska Gregorius, jika institusi gagal membangun jembatan komunikasi tersebut, publik akan mencari informasi sendiri melalui berbagai sumber yang belum tentu benar.

“Jika kita tidak membuka jembatan informasi itu, masyarakat akan mencari sendiri, mengulik sendiri, bahkan bisa membentuk persepsi sendiri berdasarkan informasi yang belum tentu lengkap,” paparnya.

Sedangkan Direktur Pusat Transisi Energi dan Keberlanjutan ITPLN, Dr. Zainal Arifin, menilai kemampuan menyederhanakan istilah teknis menjadi bahasa yang dekat dengan keseharian masyarakat menjadi kunci keberhasilan komunikasi. Menurutnya, banyak istilah di sektor energi yang sulit dipahami publik apabila disampaikan secara akademis.

“Untuk tantangannya adalah mensimplifikasi. Misalnya istilah energy storage mungkin tidak semua orang memahami, tetapi ketika disebut sebagai ‘power bank rumah’, masyarakat langsung mengerti,” urainya.

Selanjutnya, Zainal menambahkan, kalangan akademisi memiliki tanggung jawab untuk memastikan hasil penelitian dan inovasi tidak berhenti di ruang laboratorium atau jurnal ilmiah semata.

“Apabila kita mengetahui sesuatu yang bermanfaat, maka tugas kita adalah menyampaikannya kepada masyarakat. Riset bukan hanya menghasilkan temuan baru, tetapi juga memastikan manfaatnya dipahami publik,” ujarnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Managing Editor Video dan Digital Distribution Kompas.com, Laksono Hari Wiwoho, menekankan bahwa komunikasi publik tidak selalu harus dipenuhi data teknis yang rumit.

Menurut dia, masyarakat lebih membutuhkan pemahaman mengenai dampak dan manfaat suatu kebijakan atau program dibandingkan angka-angka yang sulit dipahami.

“Data itu penting, tetapi yang lebih penting adalah masyarakat memahami ujung dari informasi tersebut. Untuk apa kebijakan itu dilakukan dan apa manfaatnya bagi mereka,” ucapnya.

Di sisi lain, Laksono juga menyoroti pentingnya transparansi dan empati dalam komunikasi krisis. Menurutnya, publik saat ini tidak hanya ingin mengetahui fakta, tetapi juga ingin melihat tanggung jawab dan kepedulian dari institusi yang menghadapi persoalan.

“Saat menghadapi krisis, yang paling penting adalah tampil di depan, bertanggung jawab, dan menyampaikan fakta secara jujur. Empati sering kali lebih mudah diterima publik dibanding penjelasan teknis yang panjang,” tambahnya.

Forum tersebut dihadiri juga Direktur Utama PLN MCTN Junaidi Abdi, Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., akademisi, praktisi komunikasi, serta insan media untuk membahas strategi komunikasi sektor energi di tengah perubahan lanskap informasi digital. Setiap program akademik ITPLN bisa diakses melalui laman www.itpln.ac.id.

Bahkan melalui forum ini, para peserta sepakat bahwa keberhasilan komunikasi tidak lagi ditentukan oleh banyaknya data yang dimiliki, melainkan kemampuan mengubah data teknis menjadi narasi yang relevan, mudah dipahami, dan mampu membangun kepercayaan publik. ® RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Resmikan ITENC Jadi Langkah Baru ITPLN Perkuat Ekosistem Pakar Transisi Energi

Remiliterisasi Ruang Sipil, Bhatara Ibnu Reza ‘De Jure’: Dari RPP Tugas TNI Kemungkinan Kuat Ingin Kembalikan Dwifungsi Militer

Total Hadiah Rp 255 Juta, Kesit B. Handoyo: MHT 2026 Bukan Sekadar Lomba tapi Jadi Catatan Sejarah Jakarta