BALI (POSBERITAKOTA) – Polda Bali menggandeng berbagai komunitas untuk membangun Benteng Digital Polda Bali. Inisiatif ini bertujuan memerangi radikalisme di media sosial dan menjaga keamanan Pulau Dewata.
Kegiatan sosialisasi bertajuk “Polri Bersama Komunitas, Tangkal Radikalisme dan Membangun Benteng Digital” ini berlangsung baru-baru ini. Acara digelar di Gedung Rupatama Polda Bali. Kegiatan dibuka oleh Dir Binmas Polda Bali Kombes Pol. Suwandi Prihantoro.
Narasumber dari Densus 88 Anti Teror dan Direktorat Siber Polda Bali turut memberikan materi. Peserta yang hadir merupakan perwakilan komunitas dari seluruh kabupaten dan kota di Bali.
Dalam sambutannya, Kombes Pol. Suwandi Prihantoro menyatakan internet kini menjadi kebutuhan sehari-hari. Namun, teknologi juga menyimpan ancaman penyebaran paham radikal dan berita bohong.
“Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Kombes Pol. Suwandi Prihantoro. Menurutnya, komunitas adalah mitra strategis dalam menjaga keamanan Bali.
Polda Bali mengajak masyarakat membangun pertahanan siber melalui tiga langkah sederhana. Pertama, melakukan saring sebelum sharing untuk memastikan kebenaran informasi. Kedua, melawan hoaks dengan menyebarkan konten positif dan pesan perdamaian.
Langkah ketiga adalah segera melapor kepada pihak berwenang. Pelaporan dilakukan jika menemukan akun atau konten media sosial yang menyebarkan paham radikal. Upaya menangkal radikalisme ini dinilai sangat penting.
Keterlibatan aktif masyarakat dinilai krusial untuk menjaga stabilitas keamanan daerah. Hal ini mengingat status Bali sebagai destinasi wisata dunia yang bergantung pada situasi aman dan kondusif. Keamanan menjadi fondasi utama bagi sektor pariwisata dan perekonomian.
Sinergi antara Polri dan masyarakat diharapkan membuat Bali tetap aman dan damai. Kolaborasi ini menjadi kunci keberhasilan program Benteng Digital Polda Bali dalam menjaga keharmonisan di tengah masyarakat. ® RED/BALI 01

