27.8 C
Jakarta
15 July 2026 - 00:58
PosBeritaKota.com
Entertainment Nasional

Pamornya Semakin Bersinar, Perancang Busana Migi Rihasalay Usung Koleksi ‘Mother Eart’ di Ajang Malang Fashion Runway 2026

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Tak salah jika menyebut kalau pamor perancang busana tematik Migi Rihasalay satu ini semakin bersinar. Pasalnya, lewat sejumlah penampilan koleksinya bertema ‘Mother Earth’ di ajang Malang Fashion Runway (MFR) 2026 yang berlangsung di kota Malang, benar-benar menyedot perhatian pengunjung festival fesyen tahunan di Jawa Timur.

Disebutkan bahwa melalui karya seri ke-15 yang terdiri dari delapan rancangan adibusana tersebut, ternyata sukses serta sekaligus mendapat apresiasi luar biasa dari masyarakat luas. “Sudah pasti senang dong saat penampilan kami dapat apresiasi luar biasa dari masyarakat. Rasa capeknya pun hilang dan berbuah bisa kebahagiaan,” ungkap Migi kepada wartawan usai tiba di Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Dalam kegiatan Malang Fashion Runway (MFR) 2026 itu sendiri, digelar di Grand Hall Malang Town Square (Matos) dan berlangsung selama dua hari berturut-turut, pada Sabtu dan Minggu (11 -12/7/2026) kemarin.

Sedangkan Migi sendiri sebenarnya menyiapkan koleksi ‘Mother Earth’ atau Ibu Pertiwi sebanyak 12 rancangan gaun namun yang ditampilkan pada even tersebut delapan koleksi. Seri tersebut mengambil tema ‘Mother Earth’ untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa saat ini Ibu Pertiwi sedang menangis karena kerusakan alam akibat ulah manusia.

“Melalui gelaran MFR yang ketujuh ini, saya menyuarakan keprihatinan terhadap krisis ekologi melalui koleksi bertema Mother Earth,” tambah istri  dari Andrew James yang dikenal sebagaibseorang arsitek sekaligus seniman asal Australia.

Adapun pesan moral tersebut diperkuat dengan penayangan video pembuka yang menggambarkan perjalanan bumi sejak awal penciptaan hingga mengalami degradasi akibat ulah manusia. Migi menambahkan bahwa koleksi Mother Earth hadir sebagai pengingat agar masyarakat mulai kembali peduli terhadap lingkungan melalui langkah-langkah sederhana seperti menanam pohon dan melakukan penghijauan.

Melalui karya tersebut, Migi menggunakan warna-warna dasar yang merepresentasikan unsur pembentuk bumi pada masa awal kehidupan, sebelum tumbuhnya pepohonan dan ekosistem hijau seperti yang dikenal saat ini. Untuk detail busana juga menampilkan elemen akar, bibit, serta ornamen bernuansa gurun dan pasir yang melambangkan awal pertumbuhan kehidupan.

Pada kesempatan itu, Migi  menyampaikan apresiasi kepada Agoeng Soedir Poetra selaku founder MFR. Pria yang akrab disapa Mas Panda ini dikenal sebagai koreografer terkemuka sekaligus salah satu tokoh industri fesyen.

“Saya sangat mengapresiasi Mas Panda yang selalu memberi kesempatan kepada generasi muda untuk menampilkan kreasi,” tutur Migi yang sangat terinspirasi oleh Panda.

Dalam pandangannya, kota Malang juga memiliki tempat khusus dalam perjalanan kariernya sebagai desainer. Ia mengaku pertama kali mendapat ruang untuk berkarya di kota tersebut saat masih berstatus pelajar pada tahun 2018 melalui Malang Fashion Runway yang pertama.

“Saat itu saya masih sekolah, tetapi Malang menerima saya untuk berkarya dan mengekspresikan diri. Di sinilah saya merasa termotivasi untuk terus berkembang,” tuturnya, memungkasi keterangannnya. ® RED/AGUS SANTOSA

Related posts

Ketum APAD, MAYA ANGKASA Galang Dana ‘Peduli Sesama’ Akibat Penyebaran Virus Corona

Redaksi Posberitakota

Hujan Angin Kencang, POHON KENARI Peninggalan Zaman Belanda Roboh di Banten

Redaksi Posberitakota

Komplikasi Paru-paru, NANA KRIP ‘Sersan Prambors’ Telah Kembali ke Pangkuan Ilahi

Redaksi Posberitakota

Leave a Comment

Beranda
Terkini
Trending
Kontak
Tentang