Hujan Angin Kencang, POHON KENARI Peninggalan Zaman Belanda Roboh di Banten

SERANG (POSBERITAKOTA) – Badan Meteorologi dan Geofisika (MBG) tingkat nasional, sepekan lalu telah memberikan peringatan keras. Sebaiknya masyarakat luas menghindari berteduh di bawah pohon-pohon besar, jika sedang hujan turun apalagi disertai tiupan angin yang cukup ekstrem.

Kekhawatiran akan banyak pohon tumbang, longsor dan bahkan bahaya banjir selalu terjadi setiap di penghujung tahun. Salahsatunya terjadi di wilayah provinsi Banten, meski tak memakan korban jiwa.

Hujan disertai angin kencang, mengakibatkan pohon kenari peninggalan zaman penjajahan Belanda yang berdiri di kawasan bekas Pendopo Gubernur Banten, Jalan Brigjen Syamun, Kota Serang tumbang terhempas angin. Pohon tersebut menghalangi akses jalan masuk menuju Museum Negeri Provinsi Banten.

“Sejak pagi hari, hujan disertai angin kencang, nggak berhenti-henti. Pohon kenari itu tiba-tiba ambruk menghalangi jalan,” kisah Dian Citra, warga Kota Serang yang kebetulan sedang berada di area Taman Budaya Provinsi Banten, Kamis (30/11).

Kondisi di TKP seperti yang dipantau POSBERITAKOTA, pohon tersebut masih menghalangi jalan. Kendaraan yang akan melintas lokasi terpaksa putar arah dan terparkir di luar area Taman Budaya Banten.

Menurut Ilham, petugas Satpol PP, saat ini tengah berupaya menyingkirkan pohon dari jalan. Pihaknya masih menunggu alat potong dan kendaraan bak terbuka untuk menyingkirkan pohon dari lokasi. “Ini, masih harus menunggu mobil derek.datang lebih dulu,” katanya.

Sementara itu ditempat terpisah, di Desa Panyaungan, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, dua rumah milik Muklis dan Sangsang, hancur tertimpa pohon. Saat tertimpa pohon, kedua anggota berada di dalam rumah, meski demikian mereka selamat atas peristiwa tersebut. ■ Red/ARIA/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here