Longsor di Jalan Nasional Ponorogo-Trenggalek

PONOROGO (POSBERITAKOTA) – Sepanjang 15 meter Jalan Nasional Ponorogo-Trenggalek di ruas jalan Desa Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ambrol, akhir pekan lalu. Hal yang mengganggu arus lalu lintas dari kedua wilayah yang berada di jalur selatan bagian barat Jatim tersebut.

Dalam peristiwa tersebut tidak ada laporan korban jiwa. Namun, kerusakan hingga separuh bahu jalan menyebabkan petugas dibantu warga memberlakukan sistem buka-tutup.

“Kejadiannya (ambrol) persis sekitar pukul 14.30 WIB saat turun hujan deras,” kata Sukiyat, warga Desa Sawoo, Kecamatan Sawoo, Ponorogo.
Sampai Senin (24/4), kerusakan dilaporkan semakin parah. Tebing curam yang ada di salah satu sisi badan jalan masih labil, sehingga dimungkinkan terjadi pergerakan tanah lanjutan.

Meski kendaraan roda dua maupun empat masih bisa melintas secara bergantian, lalu lalang truk, bus dan kendaraan berat lain sementara dilarang.

Baca Juga:  Pengusaha Tutup Akses Jalan, ANIES Didesak Cabut Kepgub Warisan Gubernur Djarot

“Kendaraan yang melintas dibatasi supaya beban badan jalan yang tersisa tidak semakin labil dan memicu longsor susulan,” ujar Ludiana, pengendara asal Tulungagung yang sempat melintas jalur Ponorogo-Trenggalek sepulangnya dari Yogyakarta.

Hasil pendataan sementara, panjang badan jalan (aspal) yang ambles atau terseret longsor mencapai 15-an meter dengan kedalaman 10-an meter.

Kerusakan badan jalan diikuti retakan bercabang yang membuat badan tanah semakin labil dan berbahaya saat turun hujan lagi dengan intensitas tinggi.

Kerusakan badan jalan yang menyebabkan sebagian bahu jalan nasional Ponorogo-Trenggalek ataupun sebaliknya Trenggalek-Ponorogo terjadi sporadis di beberapa titik dengan volume kerusakan cukup parah sehingga lalu lintas diberlakukan sistem buka-tutup. ■ Red/Ays

Beri Tanggapan