K-Plus Muncul, Coba Pertahankan Koes Plus sebagai Legendaris

SLAWI (POSBERITAKOTA) – Nama besar Koes Plus sebagai grup band legendaris, tak bakal hilang ditelan zaman. Apalagi baik penggemar (fans) atau pengikutnya maupun sejumlah pemusik (musisi muda), begitu ‘menggila-gilai‘ hampir semua karya lagu yang cukup fenomenal pada zamannya.

Tak cuma di Jakarta dan Bandung atau di beberapa kota besar lainnya, duplikat atau yang mencoba menjadi reinkarnasi grup band Koes Plus banyak bermunculan. Intinya tentu saja untuk lebih mengabadikan karya-karyanya.

Sejatinya, Koes Plus merupakan kumpulan seniman musik yang amat cinta dengan Tanah Air. Lagu-lagunya amat bersahaja, gampang diingat dan bahkan syair-syairnya pum memiliki arti  yang sangat dalam. ​Hanya sayang, karena alunan musik yang dimainkan dibilang ke-Barat-Baratan, maka Toni, Yok, Yon dan Murry (Koes Plus) harus mendekam dalam penjara. Kenapa? Karena Pemerintahan Presiden Ir Soekarno (rezim Orde Lama) menuding Koes Plus tak punya rasa nasionalisme dalam bermusik.

Satu dari grup band yang menginginkan Koes Plus tetap abadi bersama karya-karyanya, tersebutlah K-Plus sebagai komunitas musik.asal Slawi, Tegal yang mulai berdiri sejak 2015 silam dan bermarkas di Jalan Projo Sumarto, Talang, Kabupaten Tegal.

Baca Juga:  Kakek Dianugerahi Sebagai Pahlawan Nasional, ANIES Terharu & Bangga

“Secara eksistensi, Alhamdulillah, kami sudah lumayan dikenal di wilayah Tegal. Sedang  bicara soal prestasi memang belum ada. Tapi, kami bangga, karena bisa melestarikan lagu-lagu dari grup band legendaris Koes Plus. Kami sangat mengidolakannya,” papar Awan Hari Saptono, sang ‘leaders’ K-Plus.

Diawaki Joko, Aro Agus (vokal merangkap rhytem), Sukamto (melody), Hanny Satriani (keyboard/aditional) dan Awan (drumm), tercatat kerap manggung dan tak asing lagi di wilayah Kabupaten Tegal. Mereka senang dan bangga, karena bisa terus melantunkan lagu atau karya Koes Plus, sama halnya mencintai musik Indonesia.

“Oleh karenanya, kami berharap dan meminta agar Pemerintah Kabupaten Tegal punya concern besar, terutama pada munculnya komunitas musik. Baik yang tersebar dan ada di masyarakat maupun yang berkembang di sekolah-sekolah,” ucap Awan seraya menutup obrolannya. ■ Red/Nug/Goes

Beri Tanggapan