Sepanjang Ramadhan, Pedagang Timun Suri dan Blewah Ramai Pembeli

BEKASI (POSBERITAKOTA) – Sudah menjadi ciri khas tersendiri, setiap memasuki bulan Ramadhan, ikut dimeriahkan para pedagang Timun Suri dan Blewah. Buah yang bisa menjadi penyegar rasa haus, disaat buka puasa, apalagi jika disajikan dengan campuran batu es dan sirup.

Bekasi
sebagai wilayah penyanggah Ibukota Jakarta, dikentarai banyak petani yang dua atau tiga minggu sebelum memasuki bulan suci Ramadhan, justru menanam Timun Suri dan Blewah. Sebab, bakal dicari masyarakat pembeli.

Kedua buah-buahan segar tersebut, menurut petani bernama Suan di wilayah Babelan (Bekasi Utara), sering mendapat pesanan. Meski keuntungan yang diraih relatif kecil, tapi cepat laku keras dibeli para pedagang eceran yang keral berjualan di pinggir-pinggir jalan.

Baca Juga:  Irfan Hakim Kebanjiran Job Program Ramadhan

“Saya bisa menjual satuan atau kiloan. Dari petani bisa beli dengan harga Rp.3000 sampai Rp.5000, lantas dijual dan bisa laku antara Rp. 7000 sampai Rp. 10.000. Lumayan, kalau sehari bisa terjual 25 atau 50 buah,” kata Rohim, pedagang asli Bekasi itu kepada POSBERITAKOTA.

Bicara soal keuntungan, menurut dia lagi, sehari bisa mengantongi antara Rp. 100 sampai Rp. 150 ribu. Kadang bisa lebih kalau lagi ramai pembeli. “Hasilnya, lumayan bisa buat beli baju istri dan anak-anak untuk Lebaran nanti,” ucap Rohim. ■ Red/Goes

Beri Tanggapan