Ingak…Ingak! Mudik Lebaran = Macet Stress

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Ingak (ingat-red)Mudik Lebaran‘, pasti ingak pula dengan suasana macet dan stress. Tidak bisa tidak! Meski di perjalanan memakai pengawalan kendaraan khusus, tetap saja kemacetan sulit untuk dihindari.

Lantas, kenapa bisa kena macet? Penyebabnya, karena mereka punya kepentingan sama, baik untuk memakai sarana jalan maupun tujuan daerah yang disasar demi kepentingan ‘Mudik Lebaran‘. Bisa ketemu keluarga untuk bersilaturahmi.

Bang Patroli punya pengalaman selama bertahun-tahun, baik sebagai pelaku ‘Mudik Lebaran‘ itu sendiri maupun sebagai peliput suasana aktifitas jelang dan pasca (arus mudik dan balik) Hari Raya Idhul Fitri (Lebaran).

Suasana yang muncul atau terlihat dalam pandangan mata, tetap saja pada egoisme pribadi-pribadi. Individualistis. Kepengen serba cepat, pakai kendaraan saling serobot dan bahkan kurang perduli terhadap sekeliling.

Tidak sedikit yang mobil atau kendaraannya bersenggolan, kemudian diawali dengan adu mulut. Lantas berlanjut ke adu fisik dan bahkan sampai ada yang mengeluarkan senjata api jenis pistol. Alamak, padahal di saat-saat ‘Mudik Lebaran‘, pasti masih dalam suasana menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadhan.

Bayangkan saja! Untuk di tahun 2017 ini, pemudik yang pulang kampung halaman ke Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Jogyakarta, Jawa Timur sampai Pulau Madura dan Pulau Dewata (Bali), bisa menembus angka 60 juta. Bisa lebih besar lagi, jika terdata secara rinci.

Mereka ‘mobile’ alias terjadi perpindahan sementara lokasi tinggal, misal dari Pulau Sumatera, Kalimantan atau Sulawesi maupun Irian Jaya (Papua) dengan datang (pulang kampung) untuk ber-Lebaran meski cuma satu atau dua hari ke Pulau Jawa. 

Begitu pula sebaliknya. Nah, berapa milliar atau triliun rupiah, perputaran uang yang bergeser dari kota ke desa-desa. Boleh jadi, siklus tersebut, bakal terus terjadi sampai akhir zaman nanti.

Dalam kesempatan ini, Bang Patroli mencoba mengusik atau menggelitik hati para ‘Pemudik Lebaran’, jangan terlalu bersikap konsumerisme (belanja berlebihan). Takutnya, pada saat pasca Lebaran nanti, lagi-lagi harus cari hutangan uang sana-sini. Oleh karenanya me-manage (hitung-hitungan) secara pas pengeluaran itu sangat perlu.

Oke, cukup sekian! Bang Patroli memohon maaf jika ada salah-salah kata dan juga tingkah laku atau perbuatan khilaf. Baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. ‘Minnal Aidzin Waalfaidzin, Mohon Maaf Lahir Bathin’. Selamat Hari Raya Idhul Fitri 1438 H. Amien! ■ Red/Agoes Santosa

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here