Rogoh Kocek Rp 800 Juta, Pemkab Tasikmalaya Danai Program Inbox SCTV

TASIKMALAYA (POSBERITAKOTA) – Rada aneh, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tasikmalaya berani mengeluarkan kocek mencapai Rp 800 juta, hanya untuk mendanai plus mendatangkan program live musik ‘Inbox’ SCTV.

Dari mana dana sebesar itu didapat, jika benar Bupati Uu Ruzhanul Ulum, tidak menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD)? Program musik ‘Inbox’ didatangkan dan digelar disekitar Mesjid Agung pada akhir pekan kemarin, terkait untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke -385. Sedang pendanaannya patut diduga dari ‘iuran’ SKPD-SKPD yang ada masing-masing menyediakan Rp 70 juta.

Bupati Tasikmalaya H Uu Rizhanul Ulum belum memberikan keterangan saat diminta klarifikasinya oleh kalangan media, meski semua elemen masyarakat mempertanyakan dua hal tersebut. Kenapa acara Inbox digelar disekitar Mesjid Agung dan soal perkiraan dana mencapai Rp 800 juta diperoleh dari mana?

Baru Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tasikmalaya, Drs H Yusef Yustiawardana, angkat bicara. Ia malah membantah tudingan bahwa anggaran Inbox merupakan hasil dari SKPD-SKPD, tapi datang dari para sponsor.

“Untuk angka pengeluaran atau biaya Inbox, saya tidak tahu percis. Rencana sebelumnya memang akan patungan dari para SKPD, namun tidak jadi,” papar dia.

Karena itu, pihak Kadis Kominfo mempersilakan awak media menanyakan langsung kepada Ketua Panpel dan Bendahara Panitia. “Mereka pasti lebih tahu. Kebetulan saya tidak masuk dalam jajaran kepanitiaan Inbox dan acara tersebut tidak menggunakan dana APBD. Sedang susunan penanggungjawabnya adalah Ketua Panpel H Kundang Sodikin, Sekretaris H Oyeng dan Bendahara H Nana,” terang H Yusef lagi.

Sementara itu Ketua Umum DPP GAZA Indonesia, H Aas Hasbuna menegaskan agar pihak legislatif (DPRD-red) harus proaktif, karena ini menyangkut Pemerintahan. “Jika acara Inbox tidak menggunakan APBD, sangat wajar karena acara ini jauh-jauh harus direncanakan terlebih dahulu. Maka itu, DPRD harus membuat pansus, karena ini menyangkut dana non bujedter. Dan, siapa tahu terdapat penyelewengan?” Begitu katanya.

Menurut dia apabila tidak memakai anggaran APBD, tentunya bukan tidak mungkin sponsor-sponsor dibelakangnya ada beberapa rekanan kontraktor yang terlibat. “Bisa saja mereka membantu dengan hitung-hitungan paket proyek,” tutur H Aas Hasbuna.

Pada bagian lain terkait gejolak para Nitizen di Medsos dan kecaman Ormas Islam kepada Bupati Tasikmalaya menyoal acara Inbox yang berlokasi di dekat Masjid Agung, H Aas juga berharap agar Bupati secara ikhlas dan tulus meminta maaf kepada warga Tasikmalaya, khususnya ummat Islam.

“Meminta maaf sebagai Kepala Daerah bukan suatu hal yang tabu. Jangan gengsi. Tapi, perlu dicairkan permasalahannya,” tutupnya. ■ Red/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here