PB Parfi Konsolidasi Ajak Artis Senior ‘Turun Gunung’ Benahi Organisasi

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia (PB Parfi) akan terus melakukan konsolidasi dan bahkan mengajak senior artis untuk ‘turun gunung’ kemudian merangkul generasi muda demi membenahi organisasi agar berkontribusi maksimal bagi kemajuan dunia perfilman nasional.

Hal tersebut ditegaskan Ismail Sofyan Sani, Ketua Bidang Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi (OKK) dibawah kepemimpinan Ketua Umum (Ketum) PB Parfi Febryan Aditya SE, kepada POSBERITAKOTA di Jakarta, Rabu (13/9).

“Saya ingin mengajak baik artis senior maupun yunior, agar mau ikut perduli terhadap organisasi. Baik dan buruknya, PB Parfi adalah rumah kita atau bagi siapapun yang menggeluti profesi sebagai artis film,” papar Bang Maing, panggilan akrab Ismail Sofyan Sani.

Seyogyanya, lanjut dia, harus memandang organisasi PB Parfi sebagai forum tertinggi. “Sampaikan uneg-uneg, kritik dan kontribusi pemikiran. Jangan kemudian malah mengkotak-kotakan diri. Tiba-tiba ada pihak yang mengaku sebagai Ketum PB Parfi atas mandat Ketum sebelumnya. Atau ada pihak lain lagi memproklamirkan diri, tapi tanpa melalui kongres,” ucapnya dengan nada tanya.

Sejatinya, tambah Bang Maing, semua artis film Indonesia harus tahu sejarah berdirinya PB Parfi. Organisasi profesi artis diperjuangkan oleh para pendiri dengan sejarah panjang. “Jadi, bukan dengan cara-cara main mengaku-ngaku sebagai Ketum atau bahkan tanpa melalui kongres atau tidak mengacu pada AD/ART organisasi PB Parfi,” paparnya.

Organisasi profesi artis embrionya berdiri pad 11 Agustus 1940 dengan nama ‘SARI’ (Sarikat Artis Indonesia) yang diprakarsai oleh pendirinya Ken Sardi, ayah Idris Sardi atau kakek dari Lukman Sardi.

Sempat vakum dan kemudian pada tahun 1951 aktif lagi dengan nama PERSAFI (Persatuan Artis Film dan Sandiwara Indonesia). Baru pada tahun 1956 berubah jadi PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) yang didirikan oleh tiga tokoh perfilman yakni Suryo Sumanto, Usmar Ismail dan Djamaludin Malik.

Lantas di tahun 1976 diresmikan oleh Menpen RI Mashuri, sampai kemudian PB Parfi memiliki sekretariat resmi sampai sekarang yakni di Gedung Perfilman H. Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan.

“Jika kita masih merasa memiliki PB Parfi, mari kita duduk bersama membenahi organisasi. Tanpa harus melihat senior dan yunior. Sebab, kita semua menjadi bagian keluarga besar. Ayo secara bersama-sama membangun untuk mengembalikan kejayaan PB Parfi seperti di era 80’an silam,” tegas Bang Maing lagi.

Sementara itu Munir Khan yang mengurusi bidang keanggotaan, saat ini sedang melakukan pendataan ulang sebagai database PB Parfi. Caranya, sangat terbuka bagi siapa saja untuk melakukan her atau mendaftar ulang. Setelah itu bakal digelar silaturahmi nasional bagi artis film Indonesia.

“Selama ini, kami dari PB Parfi telah melakukan konsolidasi ke daerah-daerah. Bahkan sudah mengukuhkan sejumlah pengurus daerah. Beberapa di antaranya untuk cabang Parfi di Lampung, Sumut, Sumbar dan rencana dalam waktu dekat di Jawa Tengah,” jelas Munir Khan mengakhiri. ■ Red/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here