Ini di Serang, KH HOLIL : Banyak Santri Kepengen Masuk jadi Polisi

SERANG (POSBERITAKOTA) – Profesi jadi polisi diam-diam banyak diminati para santri di wilayah Serang, Banten. Harapan ke depannya, tingkat keimanan anggota Polri bisa semakin kuat, khususnya bagi Polres Serang ini.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Kabupaten Serang, KH Holil, saat melakukan silaturahmi kepada Kapolres Serang AKBP Wibowo di Mapolres Serang, Rabu (18/10).

Saat menyambangi Mapolres Serang, Ketua NU ini didampingi 9 tokoh ulama dari 6 kecamatan di Kabupaten Serang. Mereka adalah KH Ahmad, KH Nawawi, KH Sardani dari Kecamatan Jawilan. KH Dahlan dari Kecamatan Cikande, KH Adir dari Kecamatan Kragilan, KH Maman dari Kecamatan Pontang dan KH Achyarudin dari Kecamatan Ciruas.

“Di wilayah Serang ini, banyak santri yang bercita-cita ingin menjadi polisi. Makanya, kami selaku pengasuh pondok pesantren minta petunjuk pada Kapolres, agar para santri ini bisa menjadi polisi. Dengan banyak santri yang menjadi polisi tentunya akan memperkuat keimanan Polri, khususnya Polres Serang,” papar KH Holil.

Pada pertemuan yang berlangsung di Mapolres Serang tersebut, para ulama juga mengungkapkan bahwa kunjungan para ulama ke Mapolres Serang ini merupakan balasan dari kunjungan Kapolres Serang kepada ulama.

Ditambahkan KH Holil khususnya ulama di Kabupaten Serang siap mendukung dan membantu tugas kepolisian dalam menciptakan suasana keamanan dan ketertiban yang aman. Apalagi jelang diadakannya Pilkades Serentak, Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden.

“Yang pasti, kunjungan balasan ini sebagai bentuk sinergitas ulama dan umaro yang telah terjalin. Kedekatakan pimpinan Polri daerah dengan masyarakat tentunya menciptakan keamanan dan ketertiban yang aman dan nyaman,” jelas Ketua NU itu lagi.

Sebagai ungkapan atau gayung bersambut, Kapolres Serang AKBP Wibowo mengatakan santri mempunyai peranan penting bagi masyarakat. Mereka tidak hanya bisa mengkaji ilmu agama, santri juga bisa berkarya dan menjadi apa saja yang bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya. Beragam profesi pun menjadi pilihan bagi santri setelah selesai mengikuti pendidikan di pondok pesantren, termasuk menjadi polisi.

“Bahkan secara pribadi saya bangga banyak santri menginginkan menjadi personil kepolisian. Polri terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia tak terkecuali santri. Untuk itu santri yang ingin menjadi anggota polisi mulai dipersiapkan dengan baik, fisik, kesehatan maupun ilmu agamanya,” pinta Kapolres.

Menurut perwira menengah dua melati, saat ini pihaknya masih kekurangan personil yang menguasai ilmu agama. Untuk mengisi kekurangan itu, kata Kapolres, pihaknya telah mengirimkan beberapa personil untuk memperdalam ilmu agama di sejumlah pondok pesantren.

Kapolres pun berharap dengan belajarnya polisi di pesantren akan tercipta pemuka agama, pengurus masjid bahkan pengurus ponpes dari kalangan polisi. “Dengan hadirnya polisi agamis tentunya akan menjadi panutan masyarakat. Pendekatan kepada masyarakat juga akan lebih mudah,” tutup Kapolres.Red/ARIA/Goes

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here