Sosialisasi Anti Doping, LADI Gelar Seminar Jelang Asian Games dan Para Asian Games 2018

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Untuk mensosialisasikan progam anti doping, LADI (Lembaga Anti Doping Indonesia) menggelar seminar jelang pelaksanaan Asian Games dan Para Asian Games 2018 mendatang di Tanah Air. Sedang seminar tersebut diadakan di Hotel Ambara, Jakarta Selatan, Sabtu (21/10) kemarin.

Dengan mengusung tema ‘Peran LADI Pada Pengawasan Doping Asian Games 2018 dan Para Asian Games 2018′, hadir sejumlah pembicara ahli dan kompeten serta didukung baik media cetak, online maupun online nasional.

Selain itu mendapat dukungan penuh dari Kantor Kemenpora yang bekerjasama dengan Seksi Wartawan Olahraga (Siwo) Persatuan Wartawan Olahraga (PWI) Pusat serta media partner Breakingnews.co.id.

Sedangkan untuk pembicara dari internal LADI adalah Prof Dr dr James Tangkudung Sport Medicine M Pd. Sebagai pembicara pertama atau pembukaan, sosok ahli yang sudah puluhan tahun berkontribusi bagi dunia olahraga di Tanah Air ini, membawakan makalah berjudul ‘Perkembangan dan Issue Pengawasan Doping di Tingkat Global’.

Berbeda dengan Dr dr Leane Suniar Manurung Sp GK dari Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (Inasgoc) mengusung makalah “Kesiapan Inasgoc pada Doping Control AG 2018′. Begitu pula dr Arie Sutopo Sp KO dengan makalah ‘Perencanaan Doping Control di Asian Games dan Para Asian Games 2018′. Sementara itu Kepala Bidang Sport Science KONI Pusat, Lilik Sudarwati S Psi MH ikut membawakan makalah ‘Perspektif KONI Terhadap Pengawasan Doping, Apa yang Sudah dan Akan Dilakukan’. Terakhir Ketua Harian Siwo PWI Pusat, Gungde Ariwangsa SH yang membawakan makalah bertajuk ‘Perspektif Media Terhadap Doping di Indonesia’. Seminar yang dipandu oleh Tubagus Adhi dari Breakingnews.co.id tersebut, digelar dalam tiga sesi. Mulai dari pemaparan James Tangkudung dan Lilik Sudarwati di sesi pertama, Arie Sutopo dan Leane Suniar untuk sesi kedua. Kemudian terakhir menampilkan narasumber Gungde Ariwangsa SH dan Ketua Umum LADI, dr Zaini Kadhafi Saragih.

Indonesia tidak hanya dituntut sukses untuk menembus peringkat ’10 besar’ dalam perolehan medali dan harus menjadi tuan rumah yang baik. Namun begitu, juga dituntut agar berhasil dari sisi mereduksi/meminimalisasi penggunaan doping yang langsung berhubungan dengan atlet-atlet Indonesia.

Untuk masalah pengawasan doping, LADI adalah lembaga satu-satunya yang berwenang untuk melakukan tes doping pada atlet Indonesia. Begitu pula saat pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games (disabilitas) 2018 mendatang.

Terkait keberadaan LADI, sebut dr Zaini Khadafi Saragih, lembaga yang dipimpinnya memiliki semacam laboratorium doping. Tentu saja yang memiliki akreditasi. “Butuh proses lama antara tiga sampai lima tahun ke depan. Selain itu harus didukung pendanaan yang cukup besar,” kata dr Zaini.Red/Agus Santosa

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here