Berbiaya 250 Juta Dolar AS, DKI BANGUN ITF di Sunter untuk Olah Sampah

JAKARTA (POSBERITAKOTA) □ Sempat tersendat selama bertahun-tahun, Pemprov DKI Jakarta akhirnya berhasil merealisasikan pembangunan fasilitas pengolahan sampah terpadu atau Intermediate Treatment Facility (ITF). tempat pengolahan sampah berteknologi ramah lingkungan dibangun di atas tanah seluas 3 hektar di kawasan Sunter, Tanjung Priok.

“Alhamdulillah, setelah sempat terseok-seok, akhirnya kita bisa memulai pembangunan ITF yang setara dengan milik negara maju,” ujar Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno usai meresmikan pencanangan pembangunan ITF Sunter, Senin (21/5).

Keberadaan fasilitas ini akan mampu mengolah seperempat volume timbulan sampah di Jakarta yang totalnya sebesar 7 ribu ton. “Lebih dari 2 ribu ton sampah bisa diolah di sini tiap harinya. Selain dimusnahkan, sebagian sampah bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk membuat tenaga listrik sekitar 35 megawatt/hari,” paparnya.

Jumlah sampah yang timbul di Jakarta setiap harinya berkisar 7 ribu ton atau mencapai 1.500 M2 atau hampir seluas Candi Borobudur. “Ini menjadi masalah yang sangat kronis di tengah keterbatasan TPST (tempat pembuangan sampah terpadu) Bantar Gebang, sehingga perlu dibangun tempat pengolahan modern,” ujar Sandiaga sambil menambahkan operasional ITF Sunter akan menyerap sekitar 7 ribu lapangan pekerjaan.

Baca Juga:  Wow Gila Bener, GAY & TRANSGENDER di Kota Bekasi Capai 1400 Orang

Pembangunan ITF berlandaskan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 35 Tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Listrik berbasis Teknologi Ramah Lingkungan dan Pergub DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2018 tentang penugasan kepada PT Jakpro dalam pembangunan ITF.

Direktur Utama PT Jakpro, Satya Heragandhi menyebutkan setelah menunggu perizinan selama dua tahun dan setidaknya mengurus 180 dokumen, akhirnya pembangunan ITF sudah bisa dimulai.

“Pekerjaan membutuhkan waktu 28 bulan dan ditargetkan selesai tahun 2021,” katanya sambil menambahkan proyek ini dikerjakannya bersama perusahaan asing Fortum Power Heat and Oy dengan alokasi anggaran 250 juta dolar AS.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Isnawa Adji mengatakan pihaknya berupaya mengoptimalkan pengurangan sampah dengan memberdayakan bank sampah serta kampanye di berbagai even dan media sosial dengan tagar #JKTBebasSampah.

“ITF Sunter mulai beroperasi dengan skema BOT selama 25 tahun (2021-2046). Mohon dukungan masyarakat agar proyek berjalan lancar,” kata Isnawa Adji. □ RED/JOKO

Beri Tanggapan