BANG H DAILAMI FIRDAUS Pertanyakan Kebijakan Pemerintah Tetapkan Kuota Impor Gula

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Kebijakan Pemerintah yang menetapkan kuota impor gula rafinasi dalam jumlah sangat besar patut pertanyaan. Apalagi dikentarai bahwa saat ini terjadi produksi gula dari petani lokal sedang baik. Karena itu, Kemendag diminta harus menjelaskan dan tranparansi kepada seluruh pihak, terutama terhadap para petani tebu agar tidak menjadi pertanyaan dan opini liar di masyarakat.

Penegasan tersebut diungkapkan Bang H Dailami Firdaus, anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) asal DKI Jakarta, kepada POSBERITAKOTA, Jumat (31/8).

Menurut dia, karena selain jumlahnya menurut berbagai sumber dirasa melebihi dari kebutuhan yang diperlukan, juga tentunya ini sangat berlawanan dengan harapan para petani tebu. Padahal, mereka sangat berharap kebijakannya lebih pro kepada para petani.

“Jangan sampai kebijakan Pemerintah dalam hal ini Kemendag, justru melemahkan petani dan merusak produksi tanah air yang tentunya akan berimbas kepada ketidakstabilan harga-harga di.pasar,” sebut Bang H Dailami Firdaus lagi.

Dalam pandangannya, permasalahan impor ini selalu klasik dan berulang-ulang, seperti pembiaran atau disengaja dan Pemerintah justru tidak memiliki solusi. “Jadi, jangan sampai sebuah kebijakan hanya dinikmati oleh segelintir orang atau golongan saja. Terlebih lagi dampaknya sampai mematikan pelaku sesungguhnya, yakni petani lokal,” tuturnya.

Sudah seharusnya, tegas Bang H Dailami Firdaus, Pemerintah memberi perhatian dan melindungi petani tebu lokal. Tentu saja melalui kebijakan yang jelas-jelas pro kepada mereka, karena bila terus membuka kebijakan impor, akibatnya ketahanan dan kedaulatan kita akan hilang secara perlahan. Selain itu, geliat para pelaku usaha perkebunan tebu lokal pun akan cenderung melemah.

“Independensi Bulog harus tetap terjaga dan kuat. Sinergitas antar institusi lainnya sangat penting. Tidak tunduk terhadap intervensi apapun yang dapat menyebabkan masyarakat dan petani menjadi rugi. Bulog juga harus berani memberikan masukan yang positif dan konstruktif dalam menjaga kestabilan harga dan ketahan pangan,” pungkas Bang H Dailami Firdaus. ■ RED/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here