Revitalisasi Makan Biaya Rp 77 M, LAPANGAN BANTENG Favorit Dikunjungi Warga

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Sejak dilakukan revitalisasi (dibangun kembali-red) oleh Pemprov DKI Jakarta, penampakan fisik Lapangan Banteng, kini menjadi favorit dan lebih menarik perhatian warga. Jumlah pengunjung taman kota yang dilengkapi sarana lapangan sepak bola ini, makin membludak, baik siang maupun malam hari.

Pengunjung yang berdatangan di sini secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang berkunjung pada pagi atau sore adalah kelompok pecinta olahraga, baik jalan kaki, jogging, senam, sepeda santai dan lainnya. Untuk kelompok pertama ini, terdiri dari berbagai tingkat usia mulai dari remaja sampai lansia.

Sedangkan kelompok kedua yang berkunjung pada siang ataupun malam adalah pada umumnya kalangan muda-mudi yang ingin bersantai di tengah rimbunnya pohon, indahnya air mancur, dan menikmati berbagai fasilitas lainnya.

Revitalisasi Lapangan Banteng yang khas dengan patungnya yaitu Patung Pembebasan Irian Barat, direncanakan oleh Gubernur Ahok pada awal 2017 lalu diresmikan Gubernur Anies pada pertengahan 2018. Untuk memugar lapangan dan taman kota tersebut menggunakan anggaran swasta dari CSR dan kelebihan Koefisien Luas Bangunan (KLB) sebesar Rp 77 miliar.

Faturahman, salah satu pelatih sekolah sepakbola (SSB) di kawasan tersebut mengatakan tiap hari pengunjung ramai sekali. “Alhamdulillah membuat SSB kami jadi ramai juga,” ujar pelatih SSB Lapangan Banteng Mbois di lokasi Jl Pasar Baru, Jakarta Pusat, Minggu (14/10). Bahkan fasilitas taman bermain yang berupa ayunan, jungkat-jungkit, perosotan dan lainnya menarik perhatian anak-anak maupun remaja yang mendominasi SSB tersebut.

Saudi, staf Dinas Kehutanan DKI Jakarta yang bertugas di lapangan tersebut, menambahkan bahwa tingkat kunjungan melambung tinggi. “Apalagi Sabtu dan Minggu, jumlahnya mencapai ribuan orang. Sebagian besar bertujuan untuk berolahraga,” paparnya.

Ditambahkan dia, kondisinya taman ini akan lebih nyaman lagi untuk satu atau dua tahun ke depan. Apalagi jika sejumlah pohon pelindung yang ditanam di sekitarnya, mulai tumbuh besar dan berdahan rimbun.

Cuma sayangnya, kawasan tersebut tidak didukung fasilitas parkir yang memadai sehingga acapkali dimanfaatkan orang tak bertanggung jawab untuk mengutip tarif parkir seenaknya. “Mestinya ada layanan parkir profesional yang jauh lebih aman dan tarifnya pasti,” usul Ferdian, salah satu pengunjung yang keberatan diminta bayar parkir Rp 5 ribu untuk motornya.

Sebelumnya, tambah dia, cuma bayar parkir Rp 3 ribu. “Sekarang, setelah pengunjung membludak, tarifnya malah naik jadi Rp 5 ribu. Aneh,” protesnya. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here