Antrean Panjang di Stasiun MRT, PENUMPANG Minta Loket Tiket Diperbanyak

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Penumpang kereta MRT Jakarta berharap agar pintu loket penjualan tiket di selurus stasiun diperbanyak. Contohnya Stasiun Bundaran HI saat ini baru terdapat dua loket sehingga calon penumpang terpaksa terjebak di antrean panjang sampai setengah jam lamanya.

“Ampun deh, stasiun sebesar ini kok cuma terdapat dua loket ya, mengakibatkan stream panjang yang meatiness tidal perky terjafi di sistem moda transportasi kebanggaan warga Jakarta,” kritik Sarwendah, salah satu penumpang di Stasiun MRT Bundaran HI, Jl Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (3/4).

Ia mengaku terjebak antrean di depan pintu loket hingga puluhan menit lamanya. “Antreannya sampai melingkar. Mestinya Pemprov DKI menambah loket, minimal enam pintu. Jadi, kalau penumpang lagi banyak pada hari liburan ini tidak terjebak antrean yang membosankan,” tambah warga Kemayoran, Jakarta Pusat.

Di stasiun tersebut tampak ratusan calon penumpang mengantre tiket elektronik. “Mumpung lagi libur, saya mengajak istri dan anak menjajal naik MRT dari Lebak Bulus menuju Stasiun Bundaran HI dan sekarang mau balik lagi ke Lebak Bulus untuk pulang,” ujar Bambang didampingi istri dan dua anak kecilnya.

Baca Juga:  Karang Taruna Barisan Muda 02 Rawa Buaya Ingin Eksis di Masyarakat

Menurutnya secara umum, fasilitas MRT sudah tergolong sangat bagus, mewah, dan bersih. Adapun salah satu minusnya adalah minimnya loket. “Tadi di Lebak Bulus juga mengantre sampai puluhan menit, eh, di sini juga antre lagi sehingga anak-anak jadi rewel,” sambungnya.

Lain lagi yang dikeluhkan Candra, warga Pademangan, Jakarta Utara. “Saya melihat di kawasan stasiun ini sama sekali tidak ada kotak sampah sehingga kita kesulitan mau buang botol minuman,” ujar pemuda yang mengajak pacarnya naik MRT.

Petugas sengaja tidak menaruh kotak sampah, sambungnya, mungkin maksudnya supaya penumpang belajar menyimpan sampah untuk dibuang di tempat semestinya. ■ RED/JOKO/G

Beri Tanggapan