Ketua Gerindra Jaktim Kesal, PELAPOR Deklarasi Germas Dituding Cari Panggung Politik

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pelapor kasus deklarasi Gerakan Emak Emak dan Anak Anak Minum Susu (Germas) dinilai sebagai orang yang gagal paham. Bahkan kegiatan pelaporan ke Bawaslu DKI Jakarta yang dilakukan salah satu pimpinan partai hanya untuk mencari panggung politik maupun pencitraan.

Ketua Panitia Deklarasi Germas, Adi Kurnia Setiadi, mengklaim kegiatan yang digelar di Stadion Klender pada pekan lalu tersebut murni kegiatan sosial dan bukan kampanye. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya alat peraga kampanye di lokasi.

“Bahkan tak ada ajakan memilih serta penyampaian visi dan misi pasangan calon pasangan tertentu. Saya pastikan, tidak ada yang dilanggar. Saya kesal,” kata Adi saat menerima penghargaan ‘Jakarta Youth Award 2018‘ di Jakarta, Rabu (31/10).

Dirinya pun menuding orang yang melaporkan dirinya ke Bawaslu sebagai upaya mencari panggung politik, tapi salah tempat. “Masyarakat bisa menilai kok, apalagi pelaporan ini kesannya dipaksakan. Karena setelah 8 hari setelah kegiatan, baru melapor. Aneh,” ujar Adi sambil menambahkan siapapun jangan mempolitikkan kegiatan sosial. Apalagi acara tersebut juga dihadiri Panwaslu Jaktim dan mereka baik-baik saja.

Adi menegaskan dirinya berprofesi sebagai pengacara dan menjadi Ketua Himpunan Advokat Muda Indonesia (HAMI) yang siap mempertahankan diri secara hukum jika diserang pihak tertentu untuk menjatuhkan dirinya. “HAMI yang beranggotakan ribuan pengacara tentu siap membela ketua yang dipolitisasi,” tandas Adi didampingi sejumlah pengacara.

Sebagaimana diketahui bahwa relawan Sahabat Aksi yang diketuai Adi menggelar Deklarasi Germas yang dihadiri Prabowo sebagai tokoh nasional dan Ketua Germas Nur Asia Sandiaga. Kegiatan tersebut mengundang ribuan ibu dan anak untuk membiasakan minum susu.

“Kegiatan ini untuk mendukung pemerintah mengurangi kasus anak gizi buruk. Meski saya juga Ketua DPC Gerindra Jaktim tapi kegiatan ini tak ada sangkut pautnya dengan politik,” kata Adi waktu itu. ■ RED/JOKO

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here