Agar Berani Tampil di Publik, SISWA SMPN 81 Lubang Buaya Gelar Pensi di Mall

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Agar berani tampil di muka umum atau publik dan percaya diri, siswa-siswi SMPN 81 Lubang Buaya, Jakarta Timur selenggarakan Pentas Seni (Pensi) di Tamini Square, Sabtu (17/11).

Ketua Penyelenggara, Tri Nawang Sari, mengakui acara yang mempersembahkan Pensi GRANAT (Gerakan Aksi Minat & Bakat) ini bertujuan agar para siswa percaya diri.

“Pentas di pusat perbelanjaan ini memang bertujuan agar para siswa berani tampil di muka umum,” ucap wanita yang biasa dipanggil Ibu Nawang ini.

Menurutnya di tempat ini sudah berjalan selama delapan tahun. Selain bertujuan berani tampil, juga untuk menghindari kejenuhan. Sebab, sebentar lagi mereka akan mengikuti ulangan umum.

“Jadi ini merupakan kesempatan mereka tampil karena kerjasama kami dengan pihak mall hanya setahun sekali. Dan kali ini ada sekitar 200 murid yang hadir mengisi acara ini, ” tandas Nawang yang juga sebagai guru seni dan musik di sekolah tersebut.

Sementara itu Kepala Sekolah SMPN 81, Hj. Sri Yanti, M.Pd,
saat dihubungi POSBERITAKOTA di lokasi pentas, juga mengatakan hal yang sama. Pihaknya berprinsip selalu memberi suport terhadap anak didiknya dalam upaya penyaluran bakatnya baik akademiknya maupun olahraga dan seni.

“Jadi kemanapun siswa-siswi pentas atau ikut lomba, Insyaallah saya selalu hadir untuk memberikan sepirit,” ucapnya.

Namun ketika ditanya apa saja prestasi seni yang sudah diperoleh, Nawang menyebutkan sudah banyak yang diraihnya, diantaranya juara pertama tari Kreasi Baru tingkat DKI Jakarta dan juara satu se Jabotabek, lomba musik Perkusi dari barang bekas.

“Selain itu mereka juga pernah tampil tari Saman di acara Prabowo Cup,” ucapnya.

Nawang juga menambahkan di sekolahnya, seni yang salah satu pelajaran ekskul ini cukup menonjol. “Dibanding ekskul yang lainnya, seni banyak peminatnya karena mereka kami beri kesempatan untuk berkreasi dan edukasi di bidang itu agar kelak mereka dapat memanfaatkan bakatnya yang ditanam sejak duduk di bangku SMP, ” katanya, berharap.

Diakuinya memang banyak sekolah lainnya yang sudah tidak lagi mementingkan ekskul terutama seni musik karena terbentur dengan biaya. Hal inilah yang menjadikan bakat anak tidak terbentuk.

“Seharusnya pelajaran seni harus ditonjolkan. Tunjukan pada mayarakat, bahwa ketidak- adaan biaya bukan berarti seni mati. Biaya bukan harus dari sekolah saja, tapi bagaimana siswanya yang bisa mandiri,” tegas dia.

Kembali disebutkan Nawang dengan para siswa dapat berkreasi apalagi dapat berprestasi melalui
ajang seni, siapa yang bangga kalau bukan orangtuanya sendiri maupun pihak sekolahnya.

“Memang untuk membentuk kreasi siswa melalui bakat seni tidak mudah perlu kesabaran dan ketekunan, tapi kalau hal ini bisa dijalani, hasilnya cukup baik, kok,” tegasnya.

Seperti contohnya di sekolahnya saja, keberhasilan itu dapat dibuktikan dengan banyaknya jenis seni yang ditampilkan di acara pensi ini diantaranya beberapa group band, berbagai macam tari, pencak silat dan perkusi dari barang bekas.

“Nah, dengan bakat dan prestasi, banyak siswa di sekolah ini dengan mudah diterima di sekolah negeri dan favorit tanpa melalui NEM, hanya sertifikat juara lomba saja,” pungkasnya. ■ RED/BUDHI/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here