Demi Mudahkan Masyarakat Berzakat, PROGRAM LAB & MCB Diresmikan di Mesjid Istiqlal

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bekerja sama dengan pengurus yayasan Masjid Istiqlal meluncurkan program Layanan Aktif Baznas (LAB) dan Mualaf Center Baznas (MCB). Program ini selain untuk memudahkan masyarakat menunaikan zakat tetapi juga mendorong pengelolaan zakat di masjid tersebut menjadi lebih aktif.

Masjid Istiqlal sudah sejak Mei 2018 menerima zakat, namun menurut Wakil Sekretaris Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI) Mubarok Faisal, baru mengumpulkan zakat dari karyawan BPPMI yang gajinya sudah memenuhi nizabnya.

“Jadi, sifatnya kita masih pasif. Sejak Mei 2018 sudah terkumpul Rp 158 juta. Namun dengan adanya program ini, kegiatannya akan lebih aktif,” katanya pada acara peresmian LAB dan MCB di Masjid Istiqlal, kawasan Gambir, Jakpus, Jumat (8/2).

Dengan diresmikan UPZ di BPPMI, maka petugas semakin aktif membantu mustahik dengan menyediakan Program Layanan Aktif Baznas (LAB) dan Mualaf Center Baznas (MCB) di lingkungan sekitar masjid.

“Kedua program ini langsung melayani mustahik sejak diluncurkan hari ini,” ujar Mubarok. Hadir dalam peluncuran tersebut Kepala Divisi Unit Pengumpul Zakat Nasional Baznas, Faisal Qosim dan Ketua Badan Pelaksana dan Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), KH Asep Saepudin.

Baca Juga:  Diminta Ganti Nama, BAZNAS Jangan Merecoki BAZIS DKI

Dengan hadirnya dua program tersebut di masjid negara yang terbesar di Asia Tenggara tersebut, BAZNAS ingin pelayanan kepada para mustahik dapat semakin mudah dijangkau, dan sebarannya semakin luas, sehingga lebih banyak mustahik yang terbantu.

“Hari ini kita meluncurkan program Layanan Aktif Baznas (LAB) yang memiliki fokus pada kecepatan layanan kepada mustahik yang terkendala pada pemenuhan kebutuhan dasar seperti makan, biaya kesehatan dan pendidikan,” katanya.

Selain bantuan kebutuhan dasar, Baznas juga menyediakan layanan bagi para mualaf di Masjid Istiqlal melalui Program Mualaf Center Baznas. “Selama ini kita mengenal UPZ Masjid Istiqlal sebagai pilihan untuk menunaikan zakat, infak dan sedekah. Namun dengan dua program yang diluncurkan hari ini, sangat diharapkan mampu menjadi pusat layanan kepada para mustahik,” katanya.

KH Asep Saepudin berharap dengan adanya LAB dan MCB, Masjid Istiqlal bukan hanya menjadi pusat ibadah masyarakat, namun juga mampu menjadi solusi permasalahan mereka.

“Zakat memang bisa menjadi solusi kebutuhan umat, kehadirannya sangat penting dalam mengurangi kesenjangan sosial yang terjadi di tengah masyarakat,” katanya. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan