Sebarkan Hoax Serang Prabowo-Sandi, POLITISI NASDEM Dilaporkan ke Bawaslu

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Anggota Bidang Hukum dan Advokasi Badan Pemenangan Provinsi DKI Jakarta Prabowo-Sandi, Hafid Zikri melaporkan Wakil Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate ke Kantor Bawaslu DKI Jakarta. Dia menilai politisi Partai Nasdem tersebut sering mengumbar hoax untuk menyerang pasangan Capres-Cawapres No. Urut 2.

“Saya minta supaya dia stop semburkan hoaks di ruang publik karena sangat membahayakan dalam berdemokrasi,” kata Hafid Zikri didampingi pengacara Rahmad Harahap di Kantor Bawaslu DKI Jakarta di Jalan Danau Agung 3, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (8/2).

Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf diminta berhenti menyemburkan kabar bohong alias hoaks dalam pertarungan Pilpres 2019. Kubu pasangan nomor 01 juga didesak tak lagi menggunakan kampanye hitam atau cara-cara licik lainnya

Hafid datang ke Bawaslu DKI Jakarta untuk melaporkan pernyataan Wakil Ketua Tim Kemenangan Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Johnny G Plate. Menurutnya, pernyataan Johnny yang dimuat di beberapa media online itu dinilai telah menyesatkan serta berpotensi memecah belah bangsa.

Baca Juga:  Kertas Ramah Lingkungan, SEKNAS PRABOWO-SANDI Bikin Gerakan Ganti Kantong Plastik

“Berkompetisilah dengan cara-cara elegan dan terhormat. Bukan menyebarkan kabar dusta campur fitnah,” tegas Hafid seraya menyebut bahwa surat laporan sudah diterima petugas Bawaslu.

Diketahui, Johnny G Plate mengatakan lewat media bahwa kubu tim lawan menggunakan metode kampanye firehouse of falsehood. Menurut Johnny, metode itu digunakan oleh Uni Soviet, yang saat era perang dingin dan didaur ulang di banyak pilpres, termasuk Pilpres Amerika Serikat tahun 2016 lalu.

Johnny menuding metode yang sama juga didaur ulang dan digunakan oleh Prabowo dengan membombardir ruang politik dengan kebohongan. Sebagaimana bunyi pidatonya di banyak tempat antara lain, seperti gosip Ratna Sarumpaet digebukin, tujuh konteiner setara 70 juta kertas suara sudah dicoblos, selang infus hemodialisis dipakai 40 orang di RSCM dan Indonesia punah,” ujar Johnny, Minggu (2/2).

Rahmad menambahkan pihaknya sangat optimis bahwa laporan kliennya akan ditindaklanjuti oleh Bawaslu. “Kami akan terus pantau laporan tersebut agar secepatnya diproses. Jangan sampai laporan ini dipetieskan,” harapnya. ■ RED/JOKO

Beri Tanggapan