Pertanian Kota Digalakkan DKI, 200 MAHASISWA Latihan Cocok Tanam Sistem Hidroponik

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Program pertanian perkotaan atau urban farming terus digalakkan oleh Pemprov DKI Jakarta. Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI menggelar sosialisasi dan pelatihan bercocok tanam melalui hidroponik terhadap 200 mahasiswa.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni, mengatakan bahws sosialisasi dan pembinaan bertujuan untuk menggelorakan semangat generasi muda di bidang pertanian perkotaan. “Selain menggali potensi pemuda di bidang pertanian, kita ingin mereka nantinya bisa menjadi pendamping bagi warga di sekitar lingkungan tinggalnya,” ujarnya usai membuka kegiatan yang berlangsung di kantornya, Jl Raya Gunung Sahari, Jakpus, Senin (22/4).

Ditambahkan dia tentang sosialisasi difokuskan pada pertanian perkotaan dengan menerapkan sistem hidroponik. “Sistem hidroponik yang mana bercocok tanam menggunakan media botol dan air sangat cocok diterapkan di perkotaan yang serba terbatas lahannya. Kita ingin mengedukasi bahwa penerapan sistem hidroponik itu tidak memerlukan biaya mahal, terpenting adalah kemauan dan kreativitas,” terangnya.

Baca Juga:  Tak Bawa Perubahan, HUT KE-18 PROVINSI BANTEN : Didemo Dua Kelompok Mahasiswa

Salah seorang narasumber yang juga praktisi pertanian perkotaan dengan sistem hidroponik, Bambang Jasnanto, mengungkapkan untuk bercocok tanam dengan mengaplikasikan sistem hidroponik bisa dilakukan dengan sangat sederhana, termasuk dengan memanfaatkan barang-barang bekas.

“Kita bisa memanfaatkan botol, paralon, hingga ember bekas untuk digunakan sebagai penunjang media tanam,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Seksi Pemberdayaan Pemuda, Dispora, Ponirin Ariadi Limbong, menuturkan kalau pihaknya juga siap memfasilitasi dan memberikan bantuan kepada komunitas pemuda yang ingin memulai atau mengembangkan pertanian perkotaan menggunakan sistem hidroponik.

“Ini menjadi sinergi antara Dispora dengan Dinas KPKP untuk menggelorakan pola partisipatif kolaboratif masyarakat, khususnnya pemuda dalam pertanian perkotaan,” tandasnya. ■ RED/JOKO/G

Beri Tanggapan