Mobil Pilih Lewat Tol, KOTA-KOTA BESAR di Jateng & Jatim Bakal Dilalui Jutaan Motor Pemudik

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Pemudik Lebaran (Hari Raya Idhul Fitri 1440 H) di tahun 2019 ini bakal berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena diakibatkan oleh jalur tol di Pulau Jawa, mulai dari Jakarta hingga ke kota-kota di Jawa Timur atau Surabaya, sudah tersambung langsung. Tak heran bakal ada perubahan kepadatan kendaraan di jalan raya.

Bagi pemilik dan pengguna kendaraan roda empat, dipastikan bakal menggunakan jalur jalan tol. Pasalnya, bisa mengirit waktu dan bisa lebih cepat untuk sampai di kota tujuan mereka. Kendati harus mengeluarkan kocek estra, karena tiket tol yang tidak murah. Sedang untuk pemakai roda dua (motor-red), seperti biasa harus menelusuri jalan raya di kota-kota besar.

Jalur Pantai Utara (Pantura) dan Pantai Selatan (Pansela), tetap akan diramaikan oleh keberadaan ribuan atau bahkan jutaan motor. Jika kondisi H-5 sampai H-1 perayaan Idhul Fitri 1440 H tak mengalami hujan deras, dapat dipastikan jalan raya bakal ‘diulari‘ para pemudik yang menggunakan motor.

Mulai dari Kota Karawang, Cikampek, Jatibarang sampai Cirebon dan masuk ke Kota Brebes, Tegal, Pemalang menuju Semarang (Jawa Tengah) – bakal dipadati konvoi motor pemudik. Karenanya, pemakai kendaraan roda dua (motor), diminta untuk tetap berhati-hati. Sebab, risiko mengalami kecelakaan, tetap mengintai perjalanan mereka.

Baca Juga:  D'Academy 4 Indosiar Memanas di 5 Besar

Kondisi itu juga bakal terlihat di sejumlah kota di Jawa Timur. Mulai dari Kediri, Madiun, Bojonegoro, Nganjuk, Trenggalek, Sidoarjo, Suraya sampai Malang dan seterusnya. Mereka umumnya datang dari pemudik dari Jakarta atau kota besar di Jawa Barat atau Jawa Tengah.

Sebenarnya sudah sejak dua tiga tahun belakangan, Pemerintah telah memberikan kemudahan bagi para pemudik. Terutama yang memikirkan bahaya kecelakaan. Sedangkan kemudahaan yang diberikan itu lewat pengiriman motor lewat kereta api atau kapal laut secara gratis. Atau sejumlah program Mudik Gratis oleh pihak swasta.

Herannya, pemudik yang menggunakan motor, masih bekad saja. Boleh jadi, cara itu ditempuh karena biayanya jauh lebih murah. Tak terikat oleh waktu dan hari. Bahkan cukup banyak pemudik, memaksa pulang kampung di Malam Takbiran. Meski tujuan mereka cuma sekitar Cirebon, Brebes, Tegal, Pemalangan, Pekalongan sampai Semarang.

Beruntung aparat TNI-Polri yang dibantu elemen masyarakat lain, setiap tahunnya bikin posko-posko pelayanan. Bisa untuk istirahat maupun sekadar berobat, jika para pemudik motor ada berbagai keluhan capek atau sakit. Yang pasti, ke depannya perlu dicarikan cara paling efektif, agar ada perubahan pola mudik Lebaran. ■ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan