Dukung Produk Plastik Ramah Lingkungan, BAMUS BETAWI Siap Jadi Mitra Pemprov DKI

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Warga Betawi hendaknya konsisten mendukung Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2015, tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi. Pasalnya perda tersebut selain ditujukan untuk melestarikan budaya, namun juga meningkatkan kesejahteraan
masyarakatnya.

Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik, usai menghadiri rapat kerja (raker) ke-II Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, di Jakarta Pusat, Senin (15/7).

“Dulu, kami selaku anggota DPRD yang memperjuangkan melahirkan Perda Kebudayaan Betawi. Tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Betawi,” ujar Taufik di hadapan ribuan anggota Bamus Betawi.

Taufik mengatakan, Perda Kebudayaan Betawi tidak hanya mengatur soal seni Betawi saja. Namun juga soal peningkatan ekonomi masyarakat. “Jadi tidak ada alasan masyarakat Betawi tidak sejahtera,” katanya.

Sementara itu dalam raker kali ini sejumlah gagasan dirumuskan, salah satunya penggunaan plastik ramah lingkungan. “Raker Bamus ke 2, insya Allah dapat membuahkan gagasan dan inovasi yang sudah direncanakan sebelumnya. Kita ingin teguhkan seluruhnya agar menjadi sumbangsih pemikiran bagi masyarakat Jakarta, salah satunya penggunaan plastik ramah lingkungan,” ujar Ketua Umum Bamus Betawi, Abraham Lulung Lunggana, di lokasi.

Menurut Politisi PAN itu, plastik biasanya terurai tanah dalam waktu seribu tahun lebih. Namun, plastik yang akan ditawarkan ke Pemprov DKI Jakarta oleh Bamus Betawi merupakan plastik yang bisa terurai dalam dua tahun saja.

“Saya ingin Bamus bisa menjadi mitra kerja Pemprov DKI Jakarta untuk menjalankan program pembangunan di Jakarta. Cita-cita orang Betawi itu punya tujuan dan masa depan yang lebih baik. Melalui raker ini, kita programkan inovasi untuk kita jalankan,” kata Lulung.

Baca Juga:  Becak Nongol Lagi di Jakarta, GERINDRA Dukung Anies Revisi Perda Tibum

Dia mengatakan bahwa raker merupakan implementasi hasil musyawarah besar Bamus Betawi sebelumnya. Selain sebagai sarana silaturahim, raker itu pun menjadi tempat untuk bertukar gagasan dan program yang akan dijalankan ke depannya.

“Yang pertama masalah pendidikan, kedua pembentukan laskar adat Betawi. Laskar ini organisasi yang kita cetuskan di mubes waktu itu dan laskar ini akan menjaga seluruh keutuhan NKRI. Laskar adat Betawi ini salah satu mitra kerja penegak hukum, pihak kepolisian, kejaksaan, maupun tentara. Nanti kita audiensi dengan Muspida,” ungkapnya.

Badan Musyawarah atau Bamus Betawi menyatakan pihaknya akan turut mengawal pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 tahun 2015, tentang Pelestarian Kebudayaan Betawi.

Ketua panitia Rahmad menyatakan Laskar Adat Betawi siap mengawal tampilan-tampilan budaya yang dipesankan oleh Perda 4 tahun 2015. Contohnya, bagaimana hotel memberikan souvenir berupa ikon Betawi. Bagaimana hotel memberikan hiburan seni budaya betawi secara rutin. Ini menjadi peluang ekonomi.
Ormas pendukung kita akan diberikan tanggung jawab melaksanakan tampilan seni budaya di tiap-tiap kecamatan, jadi nanti tiada hari tanpa budaya Betawi di Jakarta,” ujarnya. โ–  RED/JOKO/S

Beri Tanggapan