Antisipasi Kemarau Panjang, PETANI BAWANG di Brebes Minta Perhatian Bupati

BREBES (POSBERITAKOTA) – Musim penghujan telah berlalu. Sebagian besar wilayah Pulau Jawa bakal menghadapi situasi kemarau panjang. Kalangan petani pun dibikin was-was terkait hasil panen. Karena bukan tidak mungkin, mereka kesulitan air, jika sistem irigasi diabaikan.

Kekhawatiran itu diungkapkan kalangan petani bawang di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Hasil pertanian unggulan tersebut boleh jadi tak lagi bisa dihasilkan. Gagal panen atau buah bawang yang tak maksimal, bagi momok yang menakutkan bagi kalangan petani.

Menurut Cakyo, petani bawang asal Desa Terlangu, kondisi kesulitan air dipastikan bakal dihadapi lagi. Karena itu, ia mencoba bikin semacam sumur atau gali pompa airdi dekat area sawah mereka. Jika tidak, tambah dia, jangan harap bisa menanam bawang secara normal.

“Ini sampai akhir tahun 2019, belum tentu ada hujan. Jadi musim penghujan dan kemarau, sudah berubah-rubah sampai 360 derajat,” imbuh petani berusia 58 tahunan itu kepada POSBERITAKOTA, Kamis (18/7).

Baca Juga:  Diundang Maulem ke Aceh, PRABOWO Bakal Hadir Pada Peringatan Hari Tsunami

Hal senada juga dikatakan Suhari, pensiunan guru yang beralih jadi petani bawang. Menurutnya, sejak 5 tahun silam terjun jadi petani bawang, justru banyak mengalami kendala. Utamanya kesulitan air akibat kemarau panjang. Karena itu, Pemkab Brebes harus peka terhadap kebutuhan para petani.

“Kondisi bakal menghadapi masa kemarau panjang, sudah harus dipikirkan Pemkab Brebes. Jadi, jangan cuma memikirkan soal bibit atau obat pertanian. Justru yang paling utama yakni soal ketersediaan air,” harapnya.

Kemarau panjang, seperti dipaparkan para petani bawang di Brebes, Pemkab setempat harus mendatangkan teknologi canggih seputar kebutuhan atau ketersediaan air. Atau, minimal punya program untuk bikin hujan buatan. Meski harus berbiaya mahal. โ–  RED/RIKUN/GOES

Beri Tanggapan