Harga Pakan Burung Melambung, PETERNAK Love Bird Ibarat Sudah Jatuh Tertimpa Tangga

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sudah sekitar setahun ini harga burung love bird nyungsep abis tinggal sepertiganya. Sedangkan belakangan ini harga pakannya justru melambung tinggi sehingga membuat para pedagang maupun peternak paruh bengkok ini merasa ibarat pepatah ‘sudah jatuh tertimpa tangga’.

Menurut pendapat sejumlah kicau mania, merosotnya harga love bird dikarenakan banyak faktor antara lain maraknya peternak rumahan maupun pembudidaya besar dan penyelundupan dari Tiongkok.

“Di antara jenis burung yang banyak dilombakan, love bird merupakan yang paling mudah diternakkan. Peternak kecil dan besar bermunculan di sana-sini, ditambah lagi import dari China, sehingga terjadi booming atau over product,” ujar Giyanto, pedagang burung dan pakan di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (27/7).

Saking banyaknya produk di sana-sini, maka harga pun anjlok. “Penurunan harga mulai sekitar Agustus 2018. Love standar turun harga mulai dari sepuluh persen sampai akhirnya 70 persen,” kata Giyanto sambil mencontohkan untuk warna Albino dari Rp 1 juta seekor menjadi Rp 350 ribu, Lutino dari Rp 600 ribu menjadi Rp 300 ribu, Batman dari Rp 1 juta tinggal Rp 300 ribu, Blorok dari kisaran Rp 1,2 juta jadi Rp 350 ribu, dan seterusnya.

“Saya heran pemerintah sudah jelas melarang import burung dari China sejak maraknya wabah Flu Burung, namun anehnya penyelundupan love bird dari Tiongkok sangat merajalela dan sampai di sini di jual murah sehingga merusak harga,” tambahnya.

Sedangkan Edward, salah satu peternak love bird menimpali selain harga burung turun, kini diperparah oleh melambungnya harga pakan. “Jadi, para peternal love bird kini mengalami kerugian dua kali, ibarat ‘sudah jatuh tertimpa tangga. Kami berharap kondisinya bisa pulih lagi,” papar Edward yang memiliki ratusan pasang love bird.

Baca Juga:  Di RT 05/RW 25 VGH, MERAJUT Kebersamaan Lewat Lomba Mancing Ikan Lele

“Makanan pokok love bird berupa biji-bijian kini harganya meroket,” ujar Edward sambil mencontohkan Milet Putih dari Rp 11 ribu menjadi Rp 17 ribu sekilo dan Milet Merah dari Rp 11 ribu juga menjadi Rp 17 ribu. “Biji Kenari Seed dari Rp 13 ribu menjadi Rp 15 ribu,” sambungnya.

Giyanto maupun Edward berpendapat bahwa penggemar love bird hingga kini sebenarnya masih stabil. Hal itu terbukti dari tiap even lomba masih selalu ramai. “Tiap even, lomba jenis love bird masih meriah, terdiri dari tiga sampai lima kelas. Selain itu, penjualan pakan bijian dan sangkar besi khusus love bird masih laris-manis. Jadi anjloknya harga bukan dikarenakan berkurangnya penggemar love bird, melainkan terjadinya over produk,” papar Giyanto.

Untuk memulihkan harga burung warna-warni tersebut sejumlah kicau mania melakukan terobosan untuk menarik perhatian penggemar baru. “Salah satunya, para event organizer mencoba cara baru lomba yaitu love bird giring dan ini bisa menarik perhatian penggemar baru, terutama mereka yang hobi merpati aduan,” papar Edward yang juga merupakan pelaksana lomba burung kicau.

Menurutnya love bird ternyata bisa dibikin giring seperti burung merpati. Bagi love bird yang sudah giring, maka si pejantan dilepas bebas dari pasangannya berjarak hingga ratusan meter, maka dia akan terbang ke arah si betina. “Jadi, lombanya sangat mirip dengan merpati balap. Kami yakin lomba jenis ini akan makin banyak penggemarnya,” pungkasnya. ■ RED/JOKO S/GOES

Beri Tanggapan