Lewat Upaya Pelestarian, JALAK BALI populasinya Makin Tambah Menggembirakan

BALI (POSBERITAKOTA) – Beberapa tahun silam sempat dikhawatirkan bakal punah. Beruntung, Pemerintah Daerah (Pemda) setempat cepat tanggap. Sampai akhirnya dilakukan upaya pelestarian. Hasilnya, Jalak Bali kini berseliweran di Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Jembrana.

Bahkan jika mau menyebut populasinya, tak cuma diiventarisir mencapai 140-an ekor. Namun telah merambah dan terlihat di pemukiman warga di Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya. Itu jelas pertanda menggembirakan.

Menurut Kepala Taman Nasional Bali Barat, Agus Ngurah Krisna Kepakisan, saat ini jangkauan populasi Jalak Bali sudah semakin luas. “Jadi, terlihatnya burung tersebut di wilayah yang dihuni manusia, menunjukkan satwa tersebut sudah mulai terbiasa dengan habitat saat ini. Bukan cuma berkeliaran di dalam hutan saja,” sebutnya.

Ditambahkan Agus Ngurah bahwa upaya pelestarian (konservasi) yang mulai menampakkan hasil, juga berkat partisipasi masyarakat penyanding Taman Nasional Bali Barat, karena menjaga sekaligus melindungi Jalak Bali. Ada satu lokasi yang sering didatangi satwa tersebut, yakni di Pantai Karangsewu Gilimanuk.

Karena itu, pihaknya bersama masyarakat sekitar yang tergabung dalam Forum Kerukunan Umat Beragama dan termasuk murid sekolah, kini mulai menata kawasan tersebut sebagai objek wisata alami.

Baca Juga:  Cupi Cupita Mulai jadi Idola lewat Sinetron 'Kecil-Kecil Mau Jadi Manten'

“Kami menanam pohon secara bersama-sama, supaya satwa langka Jalak Bali, bisa nyaman di lokasi tersebut. Sebab, jika terus dijaga, tentu dapat menjadikan objek wisata jauh lebih unik. Tak cuma pemandangan Pantai Teluk, tapi pengunjung juga bisa melihat Jalak Bali di alam bebas,” tuturnya, panjang lebar.

Hal yang sama dikatakan Bendesa atau Ketua Adat Gilimanuk, Ketut Galung. Ia bilang pihaknya sangat mendukung upaya pelestarian flora dan fauna di wilayah tersebut. Termasuk pengembangan Pantai Karangasewu sebagai objek wisata.

“Dalam ajaran agama apapun, kita sebagai manusia, tentu diajarkan untuk menjaga hubungan manusia dengan manusia, juga manusia dengan alam dan satwa,” ungkap Ketut Gelung, lagi.

Sementara itu Pengasuh Pondok Pesantren Al-Masyur, Ahmad Sodikin, menuturkan telah melibatkan santri serta murid madrasahnya ikut dalam penanaman pohon. Apalagi lembaganya sangat berdekatan dengan Taman Nasional Bali Barat.

Semoga pengembangan satwa Jalak Bali, bisa terus berjalan sehingga kekhawatiran bakal punah, tak lagi menghinggapi pikiran kita. Khususnya bagi masyarakat Bali. Sebab, satwa Jalak Bali merupakan kebangaan dari masyarakat Pulau Dewata tersebut. ■ RED/ANT/GOES

Beri Tanggapan