Di Jakarta Islamic Center, ANIES Melepas 1110 Pemotong Hewan & Pemeriksa Kesehatan

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Sebanyak 990 petugas tim pemeriksa hewan kurban yang telah mengikuti pembinaan dari Pemprov DKI Jakarta dilepas ke lapangan. Pelepasan dilakukan Gubernur Anies Baswedan sekaligus menutup kegiatan pelatihan bagi 1.110 pengelola masjid yang akan melakukan tugas pemotongan sapi dan kambing pada perayaan Idul Adha 1440 Hijriyah.

Dalam kesempatan tersebut, Anies juga memberikan sertifikat hasil pelatihan penyembelihan kepada perwakilan pengurus masjid dari masing-masing wilayah DKI Jakarta. Selain itu, secara simbolis mereka diberi besek sebagai pembungkus daging kurban menggantikan kantong plastik pengganti plastik.

“Dengan adanya sertifikat pelatihan potong hewan itu Insya Allah nantinya kita bisa secara resmi mengatakan bahwa petugas potong hewannya terampil, handal, profesional dan sesuai dengan syariat,” ujar Anies di Jakarta Islamic Center (JIC), Koja, Jakut, Selasa (30/7).

Anies juga menyampaikan apresiasi kepada Halal Science Center IPB dan Majelis Ulama Indonesia yang turut berkolaborasi dalam proses pelatihan dan sertifikasi kepada 1.110 petugas penyembelih yang tersebar di 1.001 masjid di Jakarta.

“Materi pelatihan yang diajarkan secara umum yaitu tata cara penyembelihan yang baik dan benar menurut syariat Islam, serta sesuai dengan aspek kesehatan dan kesejahteraan hewan,” jelas Anies.

Selain itu Gubernur menekankan pentingnya penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan dalam proses pembagian daging hewan kurban. Bekerja sama dengan PD Pasar Jaya dan Yayasan Baitul Maal PLN, Anies akan menerapkan penggunaan besek bambu dan beralaskan daun pisang sebagai pengganti kantong plastik yang kerap digunakan pada Hari Raya Idul Adha.

“Tahun ini kita menggalakkan pembungkus daging yang ramah lingkungan. Jadi, hindari penggunaan plastik, apalagi plastik yang berwarna hitam karena susah terurai secara alami. Tapi gunakan semua yang cepat terurai ketikwas dikubur dalam tanah. Yang paling gampang itu namanya besek. Besek itu dibuat oleh pengrajin bambu. Jadi nanti ribuan masjid di Jakarta kalau kita ganti dari plastik ke bambu artinya manfaatnya dirasakan oleh petani-petani dan pengrajin bambu di pelosok sana,” bebernya Anies.

Anies juga mengimbau warga tidak besek hanya sekali pakai, tapi anyaman bambu itu diharapkan dapat dipakai berulang-ulang untuk berbagai kebutuhan setelah dicuci bersih. Ia menyebut kondisi demikian akan berbeda bila menggunakan plastik yang sering tidak dibersihkan bahkan dibuang begitu saja setelah satu kali pakai.

“Jadi kita ingin juga kurban ini kita akan ingat. Ini akan diberikan kepada mereka yang berhak. Dan kita berharap bukan saja dagingnya dirasakan, tapi prosesnya pun memberikan manfaat kepada masyarakat luas. Prinsipnya, kita ingin ada Idul Kurban besok setelah selesai, maka lingkungan yang semula digunakan akan kembali seperti sedia kala, seakan-akan tidak pernah menjadi tempat yang kotor. Semuanya kembali bersih seperti semula. Mari kita tunjukkan bahwa di Jakarta mampu,” ucap Gubernur Anies.

Gubernur Anies juga berpesan agar proses kaderisasi petugas pemotong hewan kurban bisa terus berjalan, sehingga tradisi Idul Adha yang berjalan di Jakarta bisa terus lestari dan berkembang. Anies berharap perayaan Idul Adha dapat terus berjalan secara lintas generasi karena ada kader-kader muda yang siap menjadi petugas kurban di masa depan.

“Jadi besok yang usianya di bawah bapak ibu sekalian. Ajak mereka untuk ikut terlibat. Ajak mereka untuk tahu persis prosesnya. Supaya regenerasi ini berlangsung dengan baik. Kita ingin nantinya di Jakarta, tradisi yang sudah ada ini terjaga dan dikembangkan,” jelas Gubernur.

Anies juga berpesan agar tim petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban dapat bekerja secara profesional, berintegritas dan dekat dengan masyarakat. Adapun petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban merupakan gabungan dari petugas dinas dan sudin KPKP Pemprov DKI Jakarta, mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) cabang DKI Jakarta, dan Kementerian Pertanian.

“Dan para petugas pemeriksa kesehatan hewan, saya harap nanti menjalankan tugasnya dengan baik. Datangi tempat-tempat dimana di sana terjadi kegiatan pengumpulan hewan dan pemotongan daging kurban. Pastikan berinteraksi secara profesional. Semoga Allah swt memberikan kemudahan, memberikan ridha-Nya, dan insya Allah memberikan kemaslahatan bagi kita semua,” tutur Anies. ■ RED/JOKO/G

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here