Gelar Upacara & Aneka Lomba, WARGA RW 025 VGH Kebalen Rayakan HUT ke-74 Kemerdekaan RI

BEKASI (POSBERITAKOTA) ■ Ratusan dan bahkan ribuan warga masyarakat di wilayah Kabupaten Bekasi, sepertinya tak ingin melewatkan momentum perayaan HUT ke-74 Kemerdekaan RI yang jatuh pada Sabtu (17/8) kemarin. Mereka memeriahkannya dengan menggelar acara di lingkungan masing-masing. Mulai dari tasyakuran, upacara bendera sampai mengadakan aneka lomba.

Di wilayah RW 25 di Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Gerbang Timur, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, nampak warganya cukup semarak dalam kegembiraan. Dari kalangan anak-anak, ibu-ibu sampai bapak-bapak – justru larut mengikuti aneka lomba tradisional atau yang akrab dan biasa digelar di acara Agustusan, Sabtu (17/8) dan Minggu (18/8) kemarin.

Seperti di lingkungan RT 01 yang kini dipimpin Ketua RT Rochman, juga memanjakan anak-anak untuk mengikuti aneka lomba. Setidaknya mampu menghidupkan lingkungan yang sebelumnya agak vakum. Peran Dirman Diaz yang notabene merupakan Sekretaris RW 25 juga tak kecil.

Begitu pula untuk di lingkungan RT 02, justru ada lomba unik yang melibatkan ibu-ibu. Mereka harus mengikuti lomba menyediakan perabotan rumahtangga. Dari lokasi pertandingan, harus kembali ke rumah dengan berjalan, terutama untuk menyediakan perabotan rumahtangga sesuai yang disebutkan dalam undian.

“Selain memanjakan anak-anak dengan aneka lomba, kami juga melibatkan kalangan ibu-ibu. Ikut lomba agar tercipta situasi kebersamaan,” tutur Nursaid, Ketua RT 02 kepada POSBERITAKOTA, Minggu (18/8).

Keseruan lomba yang melibatkan kalangan ibu-ibu dan anak-anak, dibenarkan Narno dan istrinya, warga RT 02. Yoga selaku Ketua Panpel Agustusan mengaku senang karena acaranya berlangsung meriah.

Sama seperti RT-RT yang lain, Dhani selaku Ketua RT 03 mengaku tetap ingin memprioritaskan pertandingan bagi anak-anak yang cukup kreatif. Salah satunya lomba mewarnai. Meski untuk kalangan bapak-bapak, juga digelar pertandingan olahraga tenis meja.

“Pada intinya untuk kebersamaan warga. Termasuk juga untuk menyenangkan kalangan anak-anak, karena acara Agutusan itu selalu diadakan setiap tahunnya,” imbuh Dhani lagi.

Cahyo, Ketua RT 04, juga menggerakkan warganya bikin aneka lomba. Terutama untuk kalangan anak-anak, agar tak kehilangan momentum Agustusan. “Peran RT kan cuma sebagai fasilitator aja. Jadi, harus mengikuti apa yang menjadi kemauan warganya,” tutur dia.

Khusus di RT 05 yang dikomandoi Ketua RT Murwodo, malah menggelar acara tasyakuran pada Jumat (16/8) malam bersama kurang lebih 40 KK atau seratusan warga. Setelah itu dilanjutkan makan bersama dan hiburan karaoke.

Mulai dari kalangan anak-anak, remaja, ibu-ibu dan bapak-bapak, bersuka ria. Malam itu ada pula acara potong tumpeng sebagai ungkapan rasa syukur, terutama terkait acara Agustusan.

Aneka lomba seperti jalan pakai sandal bakiak, suami gendong istri yang diikuti warga RT 05 dan memancing ikan lele, disambut antusias dan dengan penuh semarak. Ornamen hiasan payung berwarna merah putih, semakin menambah keceriaan warga.

Sedangkan yang lebih seru lagi, justru di lingkungan RT 06. Ketua RT H Lukman mensponsori berbagai pertangingan untuk kalangan bapak-bapak. Mulai dari bulutangkis, memancing ikan lele serta menangkap bebek dengan mata ditutup.

“Kami mensyukuri kebersamaan di RT 06 semakin terbentuk. Selain rutin ada pertemuan bulanan, arisan, juga ronda secara bergantian setiap Sabtu malam,” ucap H Lukman yang diperkuat pernyataan Ratmoko Jati selaku bendahara RT 06. Acara tasyakuran juga digelar pada Sabtu (17/8) malam yang dihadiri Ketua RW 025 Sukoco beserta staf.

Wanito, Ketua RT 07 mengaku tak mau kalah. Mereka juga menggelar acara pertemuan warga dan sejumlah pertandingan, khususnya bagi kalangan anak-anaknya. “Kami mengharapkan warga di sini, bisa larut dalam kebersamaan untuk memeriahkan acara Agustusan,” paparnya.

Baca Juga:  Razia Warung Jamu, FKPK CEMPAKA PUTIH Sita 123 Botol Miras Oplosan

Tidak ketinggalan di RT 08 yang dipimpin Edy Agung (Ketua RT) dan juga di RT 09 yang baru saja menetapkan Muhammad Andi (Ketua RT), sama-sama menggelar acara reguler berupa pertandingan untuk anak-anak.

Semarak acara Agustusan juga terlihat di RT 010. Apalagi Ketua RT Samidi memberikan support besar bagi warganya. Lomba balap karung, makan kerupuk dan lain-lain – ternyata mampu membaurkan warganya. Prinsipnya keluarga yang ada di wilayah RT 010, harus senang dan bahagia.

“Alhamdulillah dalam keseharian, kami sudah guyub. Makanya, event Agustusan, kami jadikan momentum agar lebih mempererat persatuan warga,” tutur pria Jawa dengan ciri khas kumisnya tersebut, Minggu (18/8).

Melibatkan peran anak-anak dan bapak-bapak, justru terlihat di lingkungan RT 011. Menurut Ubaydillah, tokoh masyarakat yang juga mantan Ketua RW 025, banyak aneka lomba untuk memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di tahun 2019 ini. Tujuannya agar semakim seru.

“Di sini ada lomba mancing anak Balita. Remaja serok lele dan orangtua malah nyemplung tangkap lele. Selain itu juga ada lomba-lomba lainnya,” terang Ubaydillah seraya menyebut Sumiadi sebagai Ketua RT 011 yang baru.

Sementara itu di lingkungan RT 012, juga tak kalah seru. Warga bersama Ketua RT-nya, Ruslan, sibuk mengurus aneka lomba untuk anak-anak. Sama dengan RT 013 yang dipimpin Mudair (Ketua RT). Salah satunya bikin lomba kupas telor puyuh yang melibatkan anak-anak.

Marudin sebagai Ketua RT 014 tergolong heboh di dalam menggerakkan warganya. Terutama untuk memeriahkan acara Agutusan. Kalangan ibu-ibu harus mengikuti lomba memindahkan sagu dari piring ke piring yang ditaruh di atas kepala. Selebihnya, bapak-bapak pun ikut lomba makan kerupuk.

“Tak terasa kebersamaan warga semakin terajut. Kami dibikin larut dalam suasana kegembiraan. Jadi, seharian pada Sabtu (17/8), warga kami arahkan agar bersuka ria menyambut dan memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan RI,” tambah Marudin.

Hal unik justru digelar oleh lingkungan RT 015. Kenapa? Menurut Sugeng (Ketua RT) dalam aneka lomba, ada event perebutan kursi oleh kalangan ibu-ibu. Itu sengaja diadakan, tapi bukan merupakan sindiran terhadap situasi politik yang terjadi sekarang. Sebab, di Senayan ada semacam perebutan kursi antara kalangan anggota DPR RI.

“Lomba itu tak diorientasikan ke sana. Cuma sebagai hiburan saja. Biar seru. Mulai dari kalangan anak-anak, remaja dan orangtua, semua ikut terlibat,” papar Sugeng yang didampingi Rohmat sebagai Ketua Panpel Agustusan di RT 015 tersebut.

Juga di lingkungan RT 016, tak mau ketinggalan dengan RT-RT lain di lingkungan RW 025 VGH. Bikin aneka lomba buat anak-anak, sudah merupakan keharusan. Apalagi sudah menjadi keinginan bersama seluruh warga dengan biaya swadaya atau urunan.

“Lingkungan pun jadi tambah hidup. Selain itu, tujuannya demi memupuk kebersamaan atau kesatuan dan persatuan warga, biarpun cuma setahun sekali,” tegas Abdul Malik, Ketua RT 016 yang baru terpilih beberapa waktu lalu.

Ketua RT 017 Sumadi mengaku memberikan kebebasan kepada seluruh warganya. Terutama untuk menggelar berbagai perlombaan yang dikhususkan bagi kalangan anak-anak. Secara kebetulan, Turiman yang ditunjuk sebagai Panpel Agutusan.

Dua di antaranya ada lomba gigit uang dalam buah semangka dan memasukan bendera ke dalam botol. Nampak kalangan orangtua begitu happy dan mensupport anak-anaknya ikut dalam pertandingan tersebut. Pada intinya mereka larut dalam kebersamaan serta keriuhan makna dari arti kemerdekaan bangsa dan negara tercinta, Indonesia. Merdeka! ■ RED/GOES

Beri Tanggapan