Diikuti Ratusan Dokter se-Indonesia, PSRII Gelar Workshop Radiologi di RSPA Gatot Soebroto

JAKARTA (POSBERITAKOTA) – Masyarakat menengah ke atas yang butuh perawatan rumah sakit sebaiknya tidak lagi berwawasan serba luar negeri. Pasalnya seiring dengan perkembangan ilmu kedokteran di Indonesia, kini berbagai macam penyakit kronis sudah dapat ditangangi dengan baik.

Hal itu disampaikan dr. Firman Parulian Sitanggang, ketua Perkumpulan Subspesialis Radiologi Intervensi Indonesia (PSRII) pada acara workshop berjudul Indonesia Society of Interventional Radiology. “Kita jangan lagi ‘luar negeri minded’ karena ilmu kedokteran dan fasilitasnya sudah sangat memadai,” ujarnya pada acara yang digelar di RSPAD Gatot Subroto, kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (30/8).

“Hampir semua tindakan yang berbasis radiologi dapat ditangani secara efektif. Apalagi RSPAD Gatot Subroto ini sudah menjadi rujukan secara nasional,” tambah Firman yang bertugas di RS Sanglah, Denpasar, Bali.

Firman mencontohkan untuk melakukan tindakan terhadap kanker prostat, tidak lagi melalui operasi besar dan kemoterapi yang berulang-ulang dan berisiko merusak jaringan tubuh lainnya.

“Kita sudah bisa mempraktikkan dengan mengarahkan alat radiologi ke tempat yang lebih dekat dengan titik kanker, sehingga penanganan lebih efisien, akurat, dan nyaman karena dosisnya berkurang namun hasil lebih maksimal,” ujar Firman didampingi dr. Evi dari Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara (USU). Menurutnya pelayanan ini juga bisa diterapkan pada program BPJS maupun mandiri.

Baca Juga:  Di Kantor Koramil Tambora, 3 PILAR Gelar Bukber Bersama 100 Anak Yatim

Firman menjelaskan kegiatan workshop disertai demo langsung. secara virtual tentang tindakan bedah pada beberapa jenis penyakit, bertujuan memperkaya wawasan para peserta. “Kegiatan merupakan pertemuan ilmiah tahunan yang ke-8, berlangsung selama tiga hari ini digelar oleh PSRII dan diikuti ratusan dokter spesialisasi radiologi dari seluruh Indonesia yang juga merupakan anggota PSRII,” ujar Firman pada acara bertema ‘Neuroradiology Intervention and Transarterial Embolization in JKN Era’.

Firman menjelaskan kegiatan ini berlangsung selama tiga hari sejak Kamis. “Adapun besok pada hari penutupan ada seminar yang digelar di Pullman Hotel Central Park,Tomang,” kata Firman sambil menambahkan saat ini PSRII memiliki anggota sekitar 120 orang.

“Tujuan kegiatan ini untuk saling bertukar ilmu sekaligus sebagai penyegaran serta berupaya mewujudkan standarisasi pelayanan yang sama di seluruh Indonesia,” pungkasnya.

Evi menambahkan bahwa kemajuan ilmu radiologi sebenarnya sudah sangat memadai, namun kurang ditunjang sosialisasi, sehingga kurang dipahami masyarakat. “Ke depan diharapkan lebih banyak kegiatan sosialisasi sehingga makin membumi,” katanya. โ–  RED/JOKO S/G

Beri Tanggapan