Tak Pernah Remehkan Lawan, RIZKY DARMAWAN Impikan Emas di PON XX Papua

JAKARTA (POSBERITAKOTA) –Pesona gadis cantik di layar HP dalam genggaman tangannya seperti tak pernah lepas dari matanya. Dalam kereta ekspres Jakarta – Malang yang membawa tim gulat DKI untuk ujicoba di sana, pada Minggu keempat Agustus 2019, Rizky Darmawan (24) salah satu anggota timnya, matanya seperti tak pernah berkedip memperhatikan raut cantik wajah ayu seorang gadis di layar HP-nya itu.

Dia melakukan video-call berduaan bersama pacarnya, Tri Puji Asningsih, (19) hampir sepanjang malam dalam perjalanan ke Malang yang hanpir mencapai 15 jam itu. Balik dari Malang pun demikian, Rizky Darmawan, pengulat harapan utama DKI ini tetap livecal dengan gadis pujaannya dalam suasana hati penuh luapan greget cinta itu. Luas biasa.

Memang gadis desa asal Brebes yang baru lulus SMA ini terlihat cantik sekali, setidaknya terlihat dari layar Hp Rizky malam itu. Bertubuh mungil, berkulit putih, hidung mancung, alis mata hitam tebal, layaknya gadis-gadis India dalam di film-film Bolifood.

Meskipun ia sebenarnya merupakan gadis desa. Belum lagi gemas suaranya ketika bernada sambung bersama Rizky malam itu. Ah… luar biasa anak muda ini. “Saya memang ingin serius dengan dia. Dia gadis polos dari desa saya di Brebes. Nanti dia nyusul saya ke Jakarta untuk mencari pekerjaan, karena ada saudaranya di sini. Ya doakan saja, biar kami langgeng sampai berumahtangga,” bisik Rizky pada POSBERITAKOTA, malam itu saat menuju Jakarta.

Di ujung rajutan cinta Ricky – Tri Puji Asningsih yang makin saling bertautan mesra menuju mahligai rumahtangga itu, ada sejumlah harapan yang ingin diraih oleh Rizky dalam perjuangannya sebagai atlet gulat DKI yang juga seorang calon pegawai DKI pada Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelematan Provinsi DKI Jakarta ini.

Sejumlah PR yang ingin dituntaskan Rizky di antaranya memberikan prestasi terbaik untuk DKI Jakarta pada PON XX/2020 di Papua dan terus mengukir prestasi tersebut. Ia juga ingin melanjutkan kuliah sesuai dengan pekerjaan yang diembannya sekarang sebagai seorang pegawai Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelematan Provinsi DKI Jakarta.

Selanjutnya, berharap bisa mengusung nama besar Damkar DKI, tetap berbakti untuk gulat serta menikah dengan gadis pujaannya di atas.
Dalam kondisi usianya sekarang, Rizky Darmawan sudah memasuki kematangan untuk berprestasi. Bahkan boleh dibilang sudah usia emas.

Rizky Darmawan lahir di Brebes Jawa Tengah 14 September 1995. Deretan prestasinya cukup boleh dibanggakan, merebut medali perak kejuaraan gulat terbuka di Bandung 2016, dan medali perunggu di arena PON XIV/Bandung 2016, kemudian perunggu berikutnya di kejuaraan naisonal senior tahun 2017 dalam acara test event Asian Games 2017.

Baca Juga:  Belum Pernah Ada, JUARA LIGA INGGRIS Pertama Kali Cuma di Poin 90

Beberapa prestasi sebelumnya, seperti meraih medali perak gulat Indonesia Open di Semarang tahun 2015.
Di tingkat nasional untuk kelasnya Rizky Darmawan, hanya ada tiga pegulat terhebat, yakni dari Kaltim, dan dari Jatim. Dua pegulat ini yang selama ini selalu berada di atas Rizky, karena itu sejak tahun 2016 Rizky hanya selalu menempati posisi ketiga dengan merebut medali perunggu seperti pada PON XIV/2016 di Bandung, maksimal di posisi kedua.

Rixky mempunyai prinsip dalam berprestasi. Pertama, ia tidak pernah menganggap enteng lawan. Bagi Rizky setiap lawan yang dihadapi sudah pasti dia sudah mempersiapkan diri dengan baik karena itu kita tidak boleh menganggap enteng lawan. Selalu tetap waspada di atas matras gulat. Namun demikian, tidak menganggap enteng lawan itu bukan berarti Rizky tidak bertekad untuk dapat mengalahkan lawannya. Tekad untuk bisa mengalahkan lawan mutlak haruslah kuat untuk bisa menang.

Seperti kacang tak melupakan kulit, demikian juga Rizky ingat bahwa dalam perjalanan berprestasinya ia sangat dibantu oleh pimpinan tempat dia bekerja. Karena itu, Rizky tak pernah lupa menyampaikan terima kasih atas suport para pimpinannya di Dinas Penanggulangan Kebaran dan Penyelamatan Provinsi DKI Jakarta, seperti, Pak Prawito, Kepala Sektor Gulkarmat Kecamatan Setiabudi, Kepala Pleton Grup C Pak Sarono, Komandan Regu C, Yusuf Setiawan, Zafarudin dan Edy Soenarto dan juga rekan-rekan-rekan anggota pemadam sektor 114 Johar Baru Jakarta Pusat, seperti Reno Prianggoro, dan Herbanu.

Semuanya cukup suport untuk Rizky tetap maju dan berprestasi di gulat. Ia memang sempat kuliah di UNJ di FPOK. Namun hanya sampai semester 4 saja. Itu lantaran ia tidak mempunyai biaya kuliah untuk melanjutkannya lagi. Terpaksa, demi hidup ia menerima tawaran bekerja di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelematan Provinsi DKI Jakarta. Tentu dengan catatan bila kelak sudah ada biaya dia akan melanjutkan kuliahnya lagi, namun bukan di UNJ akan tetapi kuliah yang sesuai dengan pekerjaannya sekarang ini.

Apakah target Rizky pada PON XX/2020 di Papua? Rizky menyebutkan bahwa dia ingin meraih prestasi terbaik. Harus lebih baik dari prestasi sebelumnya yaitu perunggu di PON Bandung 2016. “Kalau PON XX/2020 harus bisa merebut medali emas,” sebut Rizky mengakhiri wawancara malam itu dalam perjalanan kereta Ekspres Malang – Jakarta. ■ RED/MIKE WANGGE/GOES

Beri Tanggapan