Dukung Usulan Wakil Ketua DPRD DKI, WAHYU DEWANTO Setuju Anies Tambah Biaya BTT Buat Corona

JAKARTA (POSBERITAKOTA) ■ Usulan agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menambah anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT) mendapat dukungan anggota Komisi B DPRD DKI Wahyu Dewanto. Penambahan anggaran tersebut bisa diambil dari pos non-prioritas untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang terdampak wabah Corona.

Wahyu Dewanto menegaskan dirinya sangat mendukung usulan dari Wakil Ketua DPRD Muhammad Taufik agar Gubernur Anies menambah BTT dalam situasi luar biasa ini. “Usulan penambahan BTT yang dicetuskan Pak Taufik bagus sekali. Karenanya Pemprov DKI bersama Dewan harus segera membahasnya,” kata Wahyu di Jakarta, Senin (23/3).

Dengan duduk bersama, menurut politisi Partai Gerindra, maka eksekutif dan legislatif bisa kembali menggodok ulang APBD DKI Jakarta 2020. Untuk penambahan BTT bisa juga melakukan perbaikan indikator-indikator Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan melihat situasi terakhir.

Menurutnya, menajamkan program dengan menunda atau membatalkan program-program non-prioritas serta menyusun program prioritas baru yang sangat dibutuhkan. “Tanpa pembahasan yang matang, dikhawatirkan ide-ide yang muncul dadakan justru tidak terarah dan melebar kemana mana, sementara PAD-nya sendiri belum tentu tercapai,” tegas Wahyu.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta M. Taufik mendesak Gubernur Anies untuk segera menambah anggaran BTT untuk warga ibukota yang terdampak Corona Virus Disease (Covid) 19.
“Dana BTT saat ini sebesar Rp 180 miliar dalam APBD 2020 jelas sangat kurang. Perlu ada penambahan yang signifikan,” kata Taufik yang juga Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta.

Menurut Taufik yang akrab disapa MT, kekurangan anggaran BTT bisa diambil dari program kegiatan yang dianggap tidak prioritas, seperti penyelenggaraan Formula E sebesar Rp 1,6 triliun dan penyertaan modal daerah (PMD) sejumlah BUMD sebesar Rp 7,81 triliun. “Pak Anies harus segera mencairkan dana BTT untuk MBR yang terdampak Corona,” saran Taufik.

Taufik mengungkapkan, warga yang jadi target BTT adalah MBR yang terdampak Corona. “Tujuannya agar warga berpenghasilan tidak menentu atau pekerja harian ini dapat mematuhi imbauan pemerintah untuk tetap tinggal di rumah, menghindari penyebaran virus Corona,” tegas Taufik.

Menurutnya, imbauan Gubernur agar warga ibukota tidak ke luar rumah untuk menghentikan penyebaran Covid-19, tidak akan efektif, jika tidak dibarengi dengan pemberian bantuan kepada warga miskin pekerja harian. “Karena mereka terpaksa keluar rumah demi mencari sesuap nasi,” pungkasnya. ■ RED/JOKO SUDADI/GOES

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here