Diterapkan PSBB, WARGA BABELAN BEKASI Malah Asyik Main Layang-layang di Tempat Terbuka

BEKASI (POSBERITAKOTA) ■ Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di tengah ancaman wabah virus Corona (Covid-19) di Tanah Air, justru mengubah sikap masyarakat. Yang awalnya disibukkan oleh pekerjaan, karena masih berusia produktif, justru kini lebih banyak berdiam diri ‘Di Rumah Saja’ seperti anjuran pihak Pemerintah.

Tapi, apa mau dikata. Jika bicara hak-hak pribadi, tentu saja setiap warga negara, diberi kebebasan untuk melakukan aktifitas pribadi. Artinya, meski mereka tidak bergerombol dalam berinteraksi sosial, ada saja aktifitas ‘iseng’ yang mereka lakukan.

Fenomena main layang-layang, kini mulai atau tengah melanda masyarakat. Pemandangan itu terlihat di lingkungan Perumahan Villa Gading Harapan (VGH) Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Padahal, tetap saja karena beraktifitas di luar rumah atau tempat terbuka, masih sangat rentan terjangkiti virus Corona.

Fahmy, warga VGH RW 025 Kebalen, mengaku iseng untuk menuruti permintaan salah satu anaknya untuk bermain layang-layang di tempat terbuka. Kebetulan, kata karyawan swasta yang diliburkan dari kantornya itu, di sekitar tempat tinggalnya ada lahan terbuka, berupa kebun atau persawahan yang enak untuk dijadikan sarana demi menyenangkan putranya tersebut.

“Ya, iseng aja, karena anak saya minta main layang-layang. Sedang buat saya pribadi, malah jadi ingat pada masa kecil dulu. Sekarang karena lebih banyak di rumah akibat libur kerja, saya manfaatkan untuk bermain bersama anak-anak,” paparnya kepada POSBERITAKOTA, Kamis (16/4/2020).

Kehidupan keluarga Fahmy, boleh jadi bisa jadi gambaran ribuan dari warga Babelan, Bekasi. Hal tersebut tak lepas dari situasi, di mana sebelumnya lebih banyak sibuk karena pekerjaan. Manakala lebih banyak tinggal di rumah, anak-anak mereka pun menuntut agar bareng-bareng melakukan aktifitas.

Tidak sedikit pula kebanyakan keluarga, di mana sang ayah justru sibuk bermain game lewat sarana handphone (HP), laptop atau komputer. Mereka asyik masyuk penuh canda di dalam lingkungan keluarga. Begitulah makna positif dari situasi di mana virus Corona, ikut melanda negeri ini.

Kembali pada sosialisasi PSBB, boleh jadi terabaikan oleh kalangan keluarga di Indonesia. Kendati mereka tak bergerombol melakukan aktifitas, namun tetap saja berada di luar rumah. Lantas, pertanyaannya, bisakah Pemerintah melalui aparat-aparatnya bisa melakukan tindakan karena hal tersebut masuk dalam kategori pelanggaran? ■ RED/AGUS SANTOSA

Beri Tanggapan